0


Hari ini, bumi Palestina kembali dibombardir oleh tentara-tentara Israel. Anak-anak Palestina berguguran menjadi syahid. Mari kita kirimkan Al-Faatihah dan doa-doa untuk para syuhada-syuhada itu, dan semoga Palestina kembali terbebaskan dari tirani yang menjajahnya.

Penyair Taufiq Ismail menulis puisi tentang Palestina yang menyentuh jiwa. Berikut puisinya:

PALESTINA, BAGAIMANA BISA AKU MELUPAKANMU

Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer
dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir
dan batu bata dinding kamartidurku bertebaran
di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan
mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan
apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di
Tel Aviv dimasukkan dalam fail lemari kantor
agraria, serasa kebun kelapa dan pohon mang-
gaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas
mereka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai
kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-
sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening
kita semua, serasa runtuh lantai papan surau
tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an
40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan
yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini
ditetesi
air
mataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan
umur mereka, menjawab laras baja dengan tim-
pukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan
tangan dan lengannya, siapakah yang tak
menjerit serasa anak-anak kami Indonesia jua yang
dizalimi mereka — tapi saksikan tulang muda
mereka yang patah akan bertaut dan mengulur
kan rantai amat panjangnya, pembelit leher
lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka.

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-
Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim
Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang diba-
cakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami
semua berdegup dua kali lebih gencar lalu ter-
sayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kami
pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan
kaligrafi

‘Allahu Akbar!’
dan
‘Bebaskan Palestina!’

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi
dusta, menebarkannya ke media cetak dan
elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi
di padang pasir belantara, membangkangit reso-
lusi-resolusi majelis terhormat di dunia, mem-
bantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser
Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun
berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at
sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh
dan setiap pejuang yang menapak jalanNya,
yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu
dengan kukuh kita bacalah
‘laquwwatta illa bi-Llah!’

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku.

Dikirim pada 11 Juli 2014 di Uncategories


SEDIKIT MASUKAN UNTUK PARA PENULIS CERPEN

Bagi Anda yang baru memulai ingin bisa menulis cerpen, barangkali panduan di bawah ini bermanfaat. Artikel sederhana ini hanya sebagai referensi, pengembangannya bisa dilakukan sesuai keinginan sendiri yang paling mudah dilakukan.

Cerpen merupakan sebuah cerita tertulis yang mengandung alur, plot, dan pesan dengan panjang umumnya kurang lebih 1000 kata atau 7000 huruf/karakter. Langkah-langkah menulis cerpen dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Menangkap ide

Langkah awal agar bisa menulis sebuah cerita adalah memiliki ide cerita. Ide cerita tidak harus yang rumit-rumit. Kejadian sehari-hari yang dilihat atau dialami bisa menjadi ide cerita. Ide ini dapat juga dijadikan judul cerita. Misalnya melihat seorang gadis sedang menyapu halaman. Itu bisa menjadi ide cerita sekaligus dapat dijadikan judul, “Gadis Penyapu Halaman”. Kalau judulnya dirasa kurang pas, bisa diganti dengan judul yang lain.

2. Menulis dengan gaya bahasa sendiri

Langkah selanjutnya adalah menuliskannya dengan gaya bahasa sendiri. Orang yang bisa baca tulis tentu bisa melakukannya. Ini yang kadang enggan dilakukan oleh pemula. Rasa pesimis sudah menghantui padahal belum mencoba. Bagaimana akan bisa jika mencoba pun tak dilakukan? Menulis dengan gaya bahasa sendiri berarti menulis dengan gaya yang biasa dilakukan. Berarti pula menulis sebisanya, ya sebisanya saja. Tak perlu dipaksakan dengan gaya bahasa yang mendayu ala Khahlil Gibran misalnya. Kalau bisanya cuma sepanjang 2000 karakter, itu bagus. Itu adalah proses menuju ke cerpen sepanjang 7000 karakter atau lebih. Kalau suka menulis narasi saja, itu bagus. Kalau menulis banyak dialognya, itu juga bagus. Semua bagus, yang penting menghasilkan tulisan.

3. Membuat paragraf pembuka

Tulisan yang digores pertama kali adalah paragraf pembuka. Membuat paragraf pembuka juga tidak perlu rumit-rumit. Namun demikian, yang perlu diperhatikan bahwa bagian ini adalah bagian yang penting sebagaimana judul cerpen. Ada yang mengibaratkan bagian ini seperti manekin (patung pajangan) yang dipasang di etalase sebuah toko. Hal itu berarti harus menarik, agar pembaca terpancing untuk terus membacanya.

4. Merangkai alur dan plot

Langkah selanjutnya adalah melanjutkan paragraf pembuka yang sudah ditulis. Merangkai kejadian demi kejadian. Dialog demi dialog. Narasi demi narasi. Alur dan plot akan terbentuk dengan sendirinya. Tuliskan saja apa yang ada di kepala dengan cara Anda sendiri, maka menulis pun menjadi lancar. Jika hanya berupa narasi dan deskripsi saja, itu bagus. Jika banyak dialognya juga bagus. Semua sah-sah saja. Jika baru mampu 2000 karakter, itu bagus. Harus dicoba menulis, menulis, dan menulis lagi. Lambat laun akan bisa mencapai 7000 karakter atau lebih.

5. Membuat paragraf penutup

Paragraf penutup juga hal yang sangat penting. Bagaimana sebuah cerita menjadi lengkap dipengaruhi oleh bagian ini. Jika bagian yang disebut ending ini bagus, maka cerpen pun bisa terdongkrak menjadi cerpen yang bagus. Bagian ini dapat ditulis dengan ending tertutup, ending terbuka, dan ending mengejutkan.

6. Mengendapkan tulisan

Setelah cerpen selesai ditulis, dapat diendapkan terlebih dulu. Waktunya bisa singkat, bisa lama. Tergantung penulisnya. Pengendapan ini bertujuan untuk memberi jeda sebelum diedit.

7. Mengedit tulisan

Cerpen yang telah diendapkan kemudian dibaca lagi. Hal itu untuk mengetahui kesalahan tanda baca, EYD, logika cerita, dan sebagainya. Lakukan pengeditan secukupnya. Setelah itu berarti tulisan siap disajikan.

8. Menulis lagi, belajar lagi, menulis lagi, demikian seterusnya

Setelah menulis satu cerpen, jangan cepat puas. Setelah ada yang menganggap cerpennya bagus, jangan cepat puas. Setelah cerpennya dimuat di media cetak, jangan cepat puas. Demikian seterusnya. Menulis lagi, belajar lagi, dan menulis lagi.

Demikian artikel sederhana mengenai delapan langkah menulis cerpen untuk pemula. Semoga bermanfaat. Selamat menulis cerpen!

Salam Kompasiana











Tema
Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika Anda menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini.

Ketika menulis cerpen, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu, kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.
Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita Anda dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, Anda tetap harus berfokus pada inti yang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah novel atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan.

Tempo Waktu
Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dan dengan waktu yang singkat itu, usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda.

Setting
Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda, maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Disini berarti bahwa setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. Sebagai contoh, beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua, tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi.

Penokohan
Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja, karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda, pakailah mereka sebagai dasar dalam novel Anda kelak.

Dialog
Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda, sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema, ambil langkah tegas dengan menghapusnya.

Alur
Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Pastikan bahwa alur Anda lengkap, artinya harus ada pembukaan, pertengahan cerita dan penutup. Akan tetapi, Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita, sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanya muncul dalam satu kalimat, dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif, bukannya terpesona. Jangan pula membuat "twist ending" (penutup yang tak terduga) yang dapat terbaca terlalu dini, usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat, misalnya cerita tentang kriminalitas, jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca.

Baca ulang
Pembaca dapat dengan mudah terpengaruh oleh format yang tidak rapi, penggunanaan tanda baca dan tata bahasa yang salah. Jangan biarkan semua itu mengganggu cerita Anda, selalu periksa dan periksa kembali.





Dikirim pada 23 April 2014 di Uncategories


Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alamnya. Kawasan Wisata Kawah Ijen terletak di tengah area cagar alam. Kawah Ijen yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bondowoso, Kecamatan Klobang dan Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Licin. Kawah ini berupa danau berwarna hijau tosca yang berada di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Kawah itu berdinding kaldera setinggi 300-500m. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya cukup kuat untuk melarutkan pakaian dan jari manusia.

Kawah ini memiliki luas sekitar 5.466 hektar. Air kawah itu cukup tenang dan berwarna hijau kebiru-biruan. Pemandangan di sana terlihat begitu menakjubkan di pagi hari. Air kawah yang volumenya sekitar 200 juta meter kubik dengan panas mencapai 200 derajat celcius itu memancarkan kemilau hijau keemasan saat sinar mentari menerpa dari balik Gunung Merapi, saudara kembar Gunung Ijen.

Rute Perjalanan
Untuk mencapai daerah ini terdapat dua cara, pertama melalui kota Banyuwangi sejauh 38 km ke barat melalui Licin-Jambu-Paltuding. Cara kedua yaitu melalui kota Bondowoso ke arah timur melalui Wonosari-Sempol-Paltuding sejauh 70 km. Namun meski jauh cara kedua ini yang paling banyak dipilih para pengunjung karena jalannya sudah beraspal mulus. Sedangkan rute lewat Banyuwangi jalannya masih berupa makadam dengan tanjakan yang cukup curam.

Jika lewat rute dari Bondowoso, dalam perjalanan akan melalui daerah terbatas areal perkebunan kopi yang mempunyai tiga pintu gerbang yang berbeda. Pada setiap pintu gerbang, pengunjung akan diminta untuk mengisi buku tamu dan menuliskan tujuan perjalanannya. Pemandangan kawasan ini sangat menarik dengan hamparan kebun kopi arabikanya yang hijau teratur, kemudian setelahnya ada hutan pinus milik Perhutani dan juga hutan perawan Cagar Alam Ijen-Merapi yang begitu lebat.

Untuk mencapai kawah Ijen dari Surabaya, kita bisa menggunakan transportasi umum dengan rute sebagai berikut:

Surabaya – Bondowoso : 180 km dengan bis umum
Bondowoso – Paltuding : 68 km dengan transportasi umum
Paltuding – untuk lokasi : 2 km dengan berjalan kaki
Rute Pendakian Ijen
Perjalanan wisata ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding yang merupakan sebuah pos Perhutani di kaki gunung Merapi-Ijen. Dari sini terdapat jalan tanah menanjak ke ketinggian 2.400m dengan waktu tempuh 2 jam dengan berjalan santai. Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan akan segera tersaji di depan mata. Sebuah danau hijau dengan diameter sekitar 1 km yang berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Dari sini pengunjung bisa melihat penambang-penambang belerang yang berada di dekat danau. Untuk menuju ke danau, pengunjung harus menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang juga biasanya dilalui oleh para penambang. Sapu tangan basah disini sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.

Selain menuju permukaan danau, pengunjung dapat juga mengelilingi kaldera yang memakan waktu kurang lebih seharian penuh. Pendakian ke Kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Untuk mengejar perjalanan di pagi hari, pengunjung disarankan menginap di kota terdekat yaitu Bondowoso atau Situbondo.

Penambang Belerang Kawah Ijen
Terdapat lokasi penambangan juga menjadi keunikan utama yang lain dari wisata Kawah Ijen selain tentunya keindahan panorama yang ada di sana. Tempat pengambilan belerang terdapat di dasar kawah, sejajar dengan permukaan danau. Asap putih pekat selalu keluar menyembur melalui pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Walaupun asap di lokasi ini cukup pekat, namun dengan alat penutup pernafasan seadanya semacam kain basah atau sarung, para penambang ini mempertaruhkan hidupnya untuk turun ke dasar kawah. Dari sinilah lelehan fumarol berwarna merah menyala meleleh keluar dan langsung membeku terkena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Batu-batuan belerang inilah yang akan diambil. Dipotong dengan bantuan linggis dan kemudian langsung diangkut dalam keranjang.

Penambangan belerang di sini masih memakai cara tradisional dimana pengangkutannya memakai cara dipikul tenaga manusia. Penambangan tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia yaitu di Welirang dan Ijen. Beban yang diangkut masing-masing penambang bisa mencapai berat 80 – 100kg. Beban ini luar biasa berat apalagi kalau harus diangkut melalui dinding kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3km. Semua penambang akan berkumpul di bangunan bundar kuno peninggalan Belanda bertuliskan “Pengairan Kawah Ijen”, yang sekarang disebut sebagai Pos Bundar. Di pos inilah para penambang menimbang muatannya dan mendapatkan secarik kertas tentang muatan dan nilainya.

Pesona Lain Kawasan Ijen
Jika menyukai suasana perkebunan, tempat yang berkesan untuk bermalam adalah Guest House Perkebunan Kopi PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit. Perkebunan inilah yang dilewati ketika menuju kawasan Ijen melalui rute Bondowoso. Tersedia pula sajian paket agro wisata mengunjungi kebun kopi dan melihat unit pemrosesan biji kopi. Selain itu juga terdapat pula Pondok Wisata di Paltuding yang cukup bersih, atau bisa membuka tenda di bumi perkemahan Paltuding.



Dikirim pada 28 November 2013 di Uncategories


Pernah dalam hidup ini kita merasakan betapa penting dan berharganya arti sebuah kebersamaan, dengannya setiap jiwa manusia akan merasakan kehadiran setiap jiwa yang hdup, tidak dilandasi sebuah kesunyian atau kesepian yang mungkin bakal melanda. Lebih dari itu, kebersamaan ditujukan untuk agar setiap orang yang berada didalamnya dapat mencapai target (tujuan) bersama yang telah ditentukan. Inilah yang sebenarnya memberikan kekuatan tersendiri, mungkin akan lain halnya jika kita mengerjakan tugas, atau mencapai tujuan berat itu seorang diri, tetapi dengan kebersamaan…, semua itu terangkum menjadi begitu indahnya…

terimakasih sahabt....kalian adalah pelopor semangatku.

salam (4Riend_CJDW)

Dikirim pada 06 Oktober 2013 di Uncategories


JIKA lelah, sesekali Anda bisa berbaring di atas pasir dengan kemiringan yang curam. Sembari mengamati gemebyar bintang di langit serta bintang jatuh di langit.
Di sisi timur terlihat kemerlip cahaya lampu dari daerah Lumajang, di sisi barat juga terlihat kemerlip cahaya lampu dari daerah Malang. Jejak pendaki yang terlebih dulu naik bisa dijadikan pedoman untuk melangkah agar lebih mudah.
Dengan menancapkan ujung sepatu ke pasir juga bisa memudahkan Anda untuk melangkah. Temaram cahaya sinar di atas yang berkelip-kelip menunjukkan pendaki yang berada di atas juga banyak. Terlihat dekat namun masih terasa jauh. Semakin dilihat ke atas semakin terasa jauh.
Waktu sudah menujukkan pukul 05.00 WIB, puncak juga terlihat masih jauh di atas, sementara mega merah sudah menampakkan diri, di balik mendung yang tebal di ufuk timur. Samar-samar mentari mulai terlihat, hamparan lautan awan di depan mata seolah berada di negeri di atas awan.
Sayup-sayup terdengar ekspresi para pendaki yang mencapai puncak dengan berteriak sekencang-kencangnya seraya bersyukur. Sementara puluhan orang masih ada yang berjuang menapaki medan berpasir. Ada yang sampai ditarik dengan tali, ada juga yang menunggu kelompoknya naik. Bahkan, ada juga yang terpaksa kembali karena merasa fisiknya tidak mampu lagi naik. Di sinilah kesabaran kita diuji, sifat ego terhadap kelompok juga tengah diuji.
Menjelang pukul 06.00 WIB, samar-samar terdengar suara para pendaki yang sudah mencapai puncak. Setelah sampai di puncak bayangan, ada petunjuk arah menuju jalur puncak, sedikit belok ke kiri kemudian naik beberapa meter terlihatlah kibar bendera merah putih berkibar di atas ketinggian 3.676 mdpl.
Puncak Mahameru, Gunung tertinggi di Pulau Jawa. Kawahnya yang dikenal dengan sebutan Jonggring Saloka berada di sebalah selatan puncak Mahameru. Setiap 15-20 menit menyemburkan asap vulkanik disertai dentuman yang menggelegar. Momen ini sering dimanfaatkan pendaki untuk berfoto-foto selain berfoto di samping sang saka Merah Putih.
Hamparan pasir serta bebatuan berserakan di atas puncak. Di sebelah selatan tampak terlihat laut selatan pesisir Lumajang, di sisi utara terlihat pegunungan Tengger serta Bromo, agak ke barat Anda juga melihat bentuk mungil Gunung Arjuna dan Welirang. Sementara, di sisi Barat ada Gunung Kawi dan Panderman.
Pendaki juga dilarang mendekati kawah Jonggring Saloka karena sangat berbahaya. Waktu berada di puncak memang terbatas karena semakin siang berkabut serta angin cenderung mengarah ke utara atau mengarah ke puncak Mahameru. Asap beracun bisa terbawa ke puncak sehingga membahayakan para pendaki.
Sebaiknya kita turun kembali setelah agak siang dan mulai banyak kabut. Selama perjalanan turun, sebaiknya tetap konsentrasi dan tetap berkelompok. Sebab, pendaki yang hilang, tersesat, atau jatuh sering terjadi ketika perjalanan turun.
Perjalanan turun memang cukup singkat, biasanya dua jam Anda sudah sampai Kalimati. Namun cukup membahayakan, disamping karena faktor kelelahan, konsentrasi juga sering berkurang. Tak heran jika banyak pendaki yang terpeleset ketika turun dari puncak.
Selama perjalanan turun, Anda baru bisa melihat dengan jelas bagaimana curamnya jurang Blank 75 yang yang berada di sisi kanan dan kiri tempat Anda berjalan malam harinya. Selain jalan yan curam dan berdebu, jika hujan sedikit licin dan berbahaya.
Setelah perjalanan dua jam, sampailah di kalimati, Anda bisa istirahat sejenak sambil mengemas barang-barang untuk menuju Ranu Kumbolo. Dari ranu Kumbolo, Anda bisa bermalam lagi atau istirahat secukupnya sambil mengisi perut sebelum melanjutkan perjalan ke Ranu Pane dan pulang.
Jangan lupa semua sampah yang Anda bawa mulai perjalanan berangkat hinga pulang, bawa dalam trash bag yang wajib dibawa pendaki. Jangan sampai meninggalkan sampah di kawasan taman nasional. Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun kecuali gambar. (Tamat)

Dikirim pada 01 September 2013 di Uncategories


Karena KeagunganMu jua, tercurah hidayahMu kepada ummatMu yang sungguh-sungguh menjalankan ibadah untuk meraih kemenangan Ramadhan suci. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Kedamaian, kegembiraan, kerukunan. Saatnya mein.mbawa seluruh keluarga berkumpul. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. Mohon maaf lahir dan bath (Anonim)

Saat berlebih, ingatlah mereka yang dalam kekurangan. Saat gembira ingatlah mereka yang berduka dan menderita. Dalam ketulusan, mari kita sebarkan senyum, saling memaafkan, sebagai bukti syukur kita kepadaNya. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. Mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Ketika hati menjadi bersih, kebahagiaan hadir tanpa beban, tanpa syarat. Setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu dan cobaan, lahirlah hati yang bersih dan suci. Dalam ketulusan, mari kita sebarkan senyum, saling memaafkan, sebagai bukti syukur kita kepada-Nya. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. Mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Just to say “sorry” for all mistake thatr I ever done forgive me yaa? Hope you have a great idul fitri. (Anonim) Sepatu baru ada, celana baru ada, baju baru ada, kopiah baru juga ada. Tapi, yang belum kupunya adalah maaf darimu… Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin… (Anonim)

Hati kadang tak sebening XL. Tak secerah Mentari dan Fren. Aku mohon Simpati-mu untuk Bebaskan aku dari segala dosa. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin!!! (Anonim)

Kala lebaran, betapa aku merasakan nikmatnya makan ketupat. Tapi akan lebih nikmat lagi, tentu ucapan memaafkan darimu, sobat! Selamat lebaran, mohon maaf lahir dan bathin… (Anonim)

Kita pernah bersama dalam canda dan duka, adakalanya idah salah berucap, mata salah memandanng, hati salah menduga. Maka di hari yang fitri ini, buka hati berikan maaf yang tulus. Maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Selamat! Anda telah memenangkan tiket ke syurga dengan syarat memaafkan kesalahanku. “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin…” (Anonim)

Satukan hati, bulatkan tekad, ‘tuk meraih kemenangan di hari yang fitri. Berikan aku sejuta maafmu. Met lebaran, ya?!! (Anonim)

Tiada kata yang lebih baik terucap di hari yang fitri selain “minal aidin wal faidzin” mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Bila ada kata merangkai dusta, ada ucap berbunga lara, dan ada langkah berbuah dosa, kumohon maaf yang sebesar-besarnya. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Seiring kumandang takbir di 1 Syawal, kumohon maaf darimu. Keikhlasan untuk memaafkan merupakan sesuatu yang indah. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Ketika khilaf berlabuh di jiwa akal pun terombang-ambing, kesalahan koyakkan hati, pikiran beku dalam nafsu dan emosi. Selamat Idul Fitri, mooohon maaf lahir dan bathin. (Anonim) J

ika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh. Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia menendang. Jika hati seindah bulan, hiasi ia dengan iman. Maaf untuk semua kesalahan. SELAMAT IDUL FITRI, MINAL AIDIN WAL FAIDZIN. (Anonim)

Agungkan kebesaranNya.. Syukuri ampunannya.. Lapangkan hati di hari nan fitri.. Selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

aqoballah mina wa minkum. Selamat hari raya idul fitri. Mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Hari kemenangan telah tiba.. Gema takbir pun dikumandangkan. Walau mata tidak saling menatap, tangan tidak berjabat, Dari lubuk hati yanng dalam mengucapkan: Selamat Idul Fitri, Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahirr dan bathin. (Anonim)

Andai tangan tak sempat berjabat, setidaknya kata-kata masih dapat terungkap.. Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Tiada pemberian terindah selain dimaafkan dan tiada perbuatan termulia selain memaafkan, Selamat idul fitri 1434 H ya, mohon maaf lahir dan bathin… (Anonim)

Berharap pada di dalam lesung yang ada hanya rumpun jerami, harapan hati ingin berrtemu langsung yang terlayang hanya sms ini… Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Seiring gema takbir berkumandang, terimalah niat suci ini untuk mengucap mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Wishing you the light of faith, the warm of home, the love of family… All the deepest joys of ied, minal aidin wal faidzin. (Anonim)

Hari kemenangan telah di pelupuk mata.. Izinkan hari memohon maaf dengan tulus atas segala salah dan khilaf.. Taqoballah minna wa minkum.. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Dosa laksana lentera di samudera kegelapan. Hari kemenangan segera datang, maafkanlah segala khilaf dan dosa, agar bersih dalam menyambutnya. Minal aidin wal faidzin, maaf lahir bathin… (Anonim)

Memaafkan kesalahan seseorang tentu merupakan kebaikan. Aku mohonmoaaf lahir dan bathin atas segala khilaf selama ini. SELAMAT IDUL FITRI 1434 H… (Anonim)

For all bad things and mistake I’ve ever done, let me ask your forgiveness for those onres on a special day when joy and happiness are around… Happy Lebaran Day… (Anonim)

Selama sebulan kita berpuasa,, Sekarang telah datang hari kemenangan,, Apabila ada kesalahan yang kurang berkenan di hati mohon dimaafkan,, Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin. (Anonim)

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Tetapi manusia dinilai dari akal budi dan perilakunya. Di saat ia tabah melawan coba. Di saat kita ikhlas membagi hak pada sesama. Selamat Idul Fitri. (Anonim)


Dikirim pada 07 Agustus 2013 di Uncategories


Kita baru merasakan betapa Karunia اَللّهُ SWT ini sangat berharga sekali manakala kita sedang mengalami musibah atau sakit
Musibah atau sakit kadang datangnya tidak bisa kita ketahui, tapi percayalah kalau musibah,sakit, dan kecelakaan Şěmůã ini datangnya dari اَللّهُ SWT, karena hanya اَللّهُ SWT lah yang telah membuat Şěmůã itu terjadi.
Percayalah bahwa اَللّهُ SWT telah merencanakan Şěmůã ini untuk kita dan dibalik setiap musibah yang kita alami pasti ada maksud yang terbaik buat kita.
Karena itu saat kita sedang sehat, seharusnya kita harus selalu bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan hingga hari ini.
Karena belum tentu juga orang lain akan $ªª ♏ªª dengan kita, bisa jadi kita masih lebih beruntung dari mereka.
Karena itu selagi kita sehat wal afiat, maka kita harus tetap menjaga kondisi agar selalu sehat dan memperhatikan hal-hal yang bisa membuat kita jatuh sakit.
Ingatlah dimana kita sakit maka sesungguhnya اَللّهُ sedang mengambil kenikmatan kita sebagai sebuah teguran untuk kita agar kita selalu ingat kepadaNya.
Sehat itu sangat mahal tapi hidup sehat bisa dengan cara-cara yang lebih murah, karena itu tetaplah kita sehat selalu

Dikirim pada 23 Juni 2013 di Uncategories


Ulama besar, Muhammad Al Ghazali, pernah berkata bahwa pemahaman hidup yang dangkal adalah sebuah tindak ‘kriminal’ yang keji. Disebut demikian karena pemahaman yang dangkal ini akan membawa kepada ketersesatan dari jalan menuju akhirat yang bahagia. Semisal, jika seseorang memandang hidup dengan dangkal, boleh jadi ia akan menghalalkan segala cara untuk memperoleh harta, tidak memperdulikan apakah itu halal ataukah haram.


Makna hidup dalam tinjauan Islam paling tidak meliputi pemahaman bahwa:

1. Hidup ini kesemuanya adalah ujian dari Allah SWT
Hidup adalah untuk menguji apakah seorang manusia bersyukur atau kufur kepada Allah SWT.Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 yang terjemahnya, ” (ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Ujian dalam hidup kita bukan saja kesulitan ataupun musibah, namun juga berupa nikmat atau kemudahan dari Allah SWT, seperti keluarga, suami, istri, anak-anak, harta, kekuasaan, pangkat, dsb.



Kita bisa meneladani Nabi Sulaiman as. yang diberikan nikmat luar biasa oleh Allah SWT. Allah SWT memberikan kerajaan yang sangat kaya, luas dan besar, yang pasukannya terdiri dari manusia, jin, hewan, dan angin. Semua kenikmatan itu tidak menjadi Nabi Sulaiman as menjadi sombong kemudian mengingkari Allah SWT, namun menjadikannya sering ber-muhasabah, melakukan introspeksi diri, berhati-hati jangan sampai menjadi kufur kepada Allah SWT, sehingga tidak berujung kepada murka Allah sebagaimana dalam QS. Ibrahim [14]:7, “ dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156 sbb,
dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.


Dalam kondisi tertimpa cobaan atau musibah, Allah berfirman bahwa ada orang-orang yang layak diberikan kabar gembira dengan surga, yaitu orang-orang yang bersabar; yang ketika tertimpa bencana itu mengatakan “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, yang artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat tersebut dinamakan kalimat istirjaa atau pernyataan kembali kepada Allah. Disunatkan menyebut kalimat tersebut ketika ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.


Rasulullah saw bersabda bahwa sungguh beruntung seorang mukmin, karena semua urusan adalah baik baginya, ketika diuji maka dia bersabar ketika ia diberi kenikmatan ia bersyukur.
Salah satu doa yang bisa selalu kita ucapkan adalah doa, Allahummaj’alni shaburan waj’alni syakuran waj’alni fi ‘ainii shaghiran wa fi a’yuninnasi kabira, yang artinya, Ya Allah, jadikan aku sabar dan bersyukur kepada-Mu, dan jadikanlah aku kecil di mataku sendiri serta besar (bermanfaat) di mata orang lain.


2. Kehidupan dunia ini lebih rendah dibandingkan kehidupan akhirat.

Sebagaimana dalam QS Adh Dhuha [93]:4, “ dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). ”

Atau dalam QS Ali ‘Imran [3]:14, “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).


3. Kehidupan dunia ini hanya sementara

Boleh jadi saat ini kita dalam kondisi sehat wal ‘afiat, gagah, cantik, kulit mulus, dll. Tapi ada saatnya ketika kita kemudian menjadi tua, keriput, lemah, pikun, dan akhirnya dipanggil ke sisi Allah SWT.
Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman, “ Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35, “ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.


4. Kehidupan ini adalah ladang amal untuk kesuksesan akhirat

Ali bin Abi Thalib ra. Berkata bahwa sesungguhnya hari ini adalah hari untuk beramal bukan untuk hisab (perhitungan) dan esok (akhirat) adalah hari perhitungan bukan untuk beramal. Ketika seseorang meninggal dunia maka terputuslah semua amal perbuatannya dan ia tinggal menunggu masa untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya di dunia. Bekal kita adalah ibadah kepada Allah SWT. Ibadah bukan sekedar sholat atau zakat, tetapi segala aktivitas hidup kita akan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah SWT. (msa)

thnks : http://kisahceritadalamsebuahlegenda.blogspot.com/2012/05/makna-hidup-menurut-islam.html

Dikirim pada 09 Juni 2013 di Uncategories
21 Mei




Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.

Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.

Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.

Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!

Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).

Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.

Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).

Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.

Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!

Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaanyang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama degnan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati yang dicinta…

Dikirim pada 21 Mei 2013 di Uncategories


Anggota parlemen Iran Kazem Jalali mengatakan negara-negara Barat menganggap kemenangan revolusi Mesir sebagai ancaman bagi eksistensi Israel.


"Mesir sangat penting bagi AS dan Rezim Zionis Israel, karena Mesir dianggap pintu gerbang ke kebebasan Palestina," kata Jalili pada hari Sabtu.

"Mengingat pendekatan strategis Barat dan AS terhadap masalah memberikan keamanan bagi rezim Zionis dan kelangsungan hidup di kawasan itu, mereka akan menggunakan plot yang rumit terhadap orang Mesir," kata IRNA Jalili mengatakan.

Pada hari Jumat, setelah 18 hari protes besar anti-Mubarak di Mesir, Wakil Presiden Omar Suleiman mengumumkan keputusan Mubarak untuk turun dan mengalihkan kekuasaan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir.

Hal ini sementara jutaan Mesir telah menyerukan pembentukan sebuah pemerintahan yang demokratis.

Transisi ini berarti bahwa Mesir yang telah berada di bawah keadaan darurat selama 30 tahun terakhir, akan akan di ambil alih oleh militer.

Para anggota parlemen Iran mendesak Mesir untuk waspada dan mengatakan ada kemungkinan bahwa negara-negara Barat akan mencegah perubahan mendasar dari yang terjadi dalam pemerintahan Mesir.

Dalam hal ini sekali lagi unsur-unsur ikatan Barat dan Israel akan merebut kekuasaan di Mesir, Jalali menambahkan.

Partai oposisi utama Mesir, Ikhwanul Muslimin, telah meminta militer untuk segera menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.

Ikhwanul Muslimin juga menyerukan pembentukan sebuah konstitusi yang "menjamin kebebasan dan Hak Asasi manusia."(IslamTimes/TGM)

Dikirim pada 16 Mei 2013 di Uncategories






(alamislam.com)

- Di suatu tempat di sudut persada, geliat manusia menjalani aktivitasnya. Ketika kita terlena, sebagian lain bergerilya menjalankan misinya, bukan pedang yang mereka bawa melainkan uang. Mereka tawarkan makanan kepada yang kelaparan. Mereka memberikan uang untuk yang kekurangan, mereka obati orang yang kesakitan. Mereka menyediakan pekerjaan, hanya dengan satu harapan seorang muslim melepaskan baju keimanannya dan berbalik dari keyakinan.

Salah siapa? Itu mungkin pertanyaan kita. Atau ungkapan lain yang tidak jauh dari tindakan saling menuduh dan melempar tanggung jawab. Semua geger, gempar, dan teriak namun sudah terlambat. Terlampau jauh mereka bergerak, dengan persiapan yang matang di semua bidang, mulai strategi, kader, dan tak lupa dana. Mereka yang punya harta tak segan-segan memberikan donasinya untuk misi tersebut. Sementara itu, kita masih sibuk saling jegal saling cakar hanya karena masalah qunut. Sekian banyak orang Islam yang mengantre daftar ibadah haji, bahkan daftar tunggu sampai sembilan tahunan, tetapi kemiskinan dan ketertinggalan masih menghiasi wajah kaum muslimin di negeri ini.

Gambaran tadi adalah realita kita, yang mestinya menjadi bahan introspeksi dan evaluasi agar selanjutnya kita bisa berbenah dan menjadi lebih baik. Islam itu rahmatan lil alamin, sehingga dengan hadirnya Islam bisa membawa pencerahan, kehidupan menjadi lebih baik, tingkat kepedulian kepada sesama yang luar biasa kepada sesama muslim. Seorang muslim yang dikaruniai rezeki yang luas senang dan mudah berbagi dengan saudara muslim yang kekurangan, sebaliknya mereka yang kekurangan pun tidak serta-merta mengandalkan belas kasihan orang lain. Hubungan yang sinergis dan harmonis tentunya akan menghasilkan pemandangan yang indah. Itulah pentingnya infak, zakat dan sedekah untuk menopang eksistensi Baitul Mal yang terbukti bisa menjadi solusi ekonomi umat.

Zakat merupakan pilar agama Islam yang sangat penting, sehingga tidak bisa dipisahkan dengan shalat. Perintah shalat di dalam Al-Qur’an banyak sekali diikuti dengan kewajiban menunaikan zakat, di antaranya:
“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Al-Baqarah : 3)

“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (Al-Baqarah :43)
“Dan laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (Al-Baqarah : 110)

Dan masih banyak ayat semakna itu. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh membedakan perintah shalat dan zakat, belum sempurna ibadah shalat seorang muslim ketika ia meninggalkan kewajiban zakat, padahal ia mampu melaksanakannya. Demikianlah sikap generasi pendahulu umat ini yang mestinya dijadikan sebagai salah satu rujukan dalam menentukan sikap terutama dalam masalah agama.

Marilah kita simak kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra dalam memandang masalah ini:
“Ketika Rasulullah saw meninggal dunia muncul gelagat yang kurang baik di kalangan kaum muslimin. Ditandai dengan munculnya sekelompok orang yang menolak membayar zakat pasca meninggalnya Rasulullah, sehingga muncullah perbedaan pendapat di kalangan para sahabat, yaitu antara Abu Bakar dan Umar. Abu Bakar memerintahkan mereka yang untuk memerangi kelompok yang menolak membayar zakat, sehingga Umar ra menemui beliau dan menyampaikan ‘Bagaimana engkau memerangi mereka wahai Abu Bakar, padahal Rasulullah saw bersabda, ‘Aku diperintahkan memerangi manusia ( yakni kaum Musyrikin ) hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Jika mereka telah bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak di sembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kemudian shalat seperti shalat kami, menghadap kiblat kami dan memakan hewan sembelihan kami, sungguh darah dan harta mereka diharamkan terhadap kami kecuali dengan haknya.” (HR Al-Bukhari).

Abu Bakar menjawab, ‘Demi Allah, aku akan memerangi orang-orang yang memisahkan antara shalat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka menolak membayar seutas tali yang dulu mereka bayarkan kepada Rasulullah saw, aku pasti memerangi mereka karena penolakan tersebut.’ Umar berkata, ‘Demi Allah, ucapan itu saya pandang bahwa Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka kemudian aku tahu bahwa ia pihak yang benar’.”

Demikianlah pandangan sahabat yang mulia mengenai pentingnya zakat, infak dan sedekah yang menjadi pilar ekonomi umat, sehingga eksistensi umat Islam akan terjaga. Kesadaran untuk berinfak yang terbentuk di kalangan sahabat pada waktu itu sangatlah menakjubkan Semua berlomba untuk memberi, semua berusaha untuk berbagi, tidak peduli seberapa besar yang bisa diberikan, ada yang menginfakkan berpuluh ekor unta bahkan hingga ratusan, namun tidak diremehkan yang hanya mampu memberikan beberapa butir buah kurma, dan tidak dipuji secara berlebihan yang memberikan lebih. Semua diterima dan tidak dikecilkan arti pengorbanannya, yang lebih baik adalah yang lebih banyak ketakwaannya.

Setelah menyimak gambaran di atas, dengan momentum tahun baru Hijriah, marilah kita munculkan kesadaran untuk menyisihkan sebagian dari rezeki yang dikaruniakan Allah kepada kita untuk kita infakkan di jalan Allah dan membantu orang yang membutuhkan, sehingga mereka tidak lari dan terperosok dalam perangkap musuh Islam yang tidak pernah tidur mengerahkan segenap upaya untuk menyeret kaum muslimin agar murtad meninggalkan Islam. Kita semua memikul tugas untuk menanggulangi hal ini. Wallahu a’lam. (The lost Generation)

Dikirim pada 15 Mei 2013 di Uncategories


Selasa, 14 Mei



2013 Hidayatullah.com--Konferensi Palestina-Eropa ke 11 tengah dipersiapkan untuk digelar di kota Brussel Belgia, Sabtu dan Ahad, 18-19 Mei mendatang. Ketua Konferensi, Majid Zeir menyatakan kepada Quds Press, konferensi Palestina-Eropa digelar untuk menegaskan konsistensi warga Palestina di Eropa terkait hak kembali ke negeri mereka di Palestina. Zeir menegaskan pentingnya konferensi tahun ini, digelar di ibukota tempat diambilnya kebijakan Eropa, Brussel. Sebelumnya akan didahului dengan seminar, Rabu (15/05/2013) tentang kebijakan internasional memperingati Nakba Palestina, yang akan dihadiri perwakilan dari parlemen Eropa yang telah berkunjung ke Palestina 48 dan sejumlah kamp pengungsi Palestina. Konferensi kali ini juga akan dihadiri sejumlah tokoh Arab dan internasional, seperti Ketua Gerakan Nahdah Tunisia, Syeikh Rasyid Ghanusi, mantan Direktur Al-Jazeera, Wadhoh Khanfar, akademisi Palestina, Salman Abu Sittah, Aleg Palestina Jamal Khudri dan lainnya.* Rep: Muhsin Red: Cholis Akbar

Dikirim pada 14 Mei 2013 di Uncategories








Oleh: Totok Suhardijanto*

Dalam dua-tiga hari ini terselip berita tentang adanya pengungsi Rohingya di antara imigran gelap yang tertangkap di Ciamis, Jawa Barat (Kompas, 31 Juli 2012). Rasa empati timbul manakala mendengar kabar bahwa etnis Rohingya yang beragama Islam itu mengungsi karena menjadi sasaran pembersihan etnis di Myanmar. Situasi bertambah runyam ketika melalui media sosial, khususnya Facebook, kita mendapatkan foto-foto yang diklaim sebagai korban pembersihan etnis Rohingya di Myanmar. Apakah benar ada pembersihan etnis Rohingya di Myanmar? Kelihatannya kita perlu mengecek kembali kebenaran berita itu.

Masih cukup banyak di antara kita yang tak mengetahui secara jelas mengenai siapa sebenarnya etnis Rohingya itu. Bagaimana asal-usul keberadaan etnis yang -oleh PPB disebut- paling ditelantarkan di dunia? Mengapa mereka yang mayoritas beragama Islam itu tinggal di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Buddha? Tulisan singkat ini mencoba menyoroti Rohingya dari sudut pandang kesejarahan.



Ingar-bingar berita tentang Muslim Rohingya timbul menyusul konflik sektarian yang terjadi antara etnis Rohingya yang sebagian besara dalah Muslim dan etnis Rakhine yang mayoritas merupakan penganut Buddha. Penyebab konflik itu sendiri tak begitu jelas. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa kerusuhan itu merupakan buntut peristiwa perampokan dan pemerkosaan terhadap perempuan Rakhine bernama Ma Thida Htwe pada 28 Mei 2012. Kepolisian Myanmar sebenarnya telah menahan dan memenjarakan 3 orang tersangka pelaku yang kebetulan dua di antaranya adalah etnis Rohingya. Namun, tindakan itu ternyata tak cukup mencegah terjadinya kerusuhan di negara bagian Rakhine yang terletak di bagian barat Myanmar itu. Pada tanggal 4 Juni, terjadi penyerangan terhadap bus yang diduga ditumpangi pelaku pemerkosaan dan kerabatnya. Tercatat 10 orang Muslim Rohingya tewas. Sejak itu, kerusuhan rasial di Rakhine pun meluas.

Sebenarnya konflik antara etnis Rohingya dan Rakhine kerap terjadi sejak puluhan tahun silam. Apa sebenarnya akar masalahnya? Salah satu akar konflik menahun itu adalah status etnis minoritas Rohingya yang masih dianggap imigran ilegal di Myanmar. Pemerintah Myanmar tak mengakui dan tak memberi status kewarganegaraan kepada mereka. Sebagai akibat tiadanya kewarganegaraan, etnis Rohingya tak bisa mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan bahkan pekerjaan yang layak. Mereka betul-betul terabaikan dan terpinggirkan.

Pemerintah Myanmar tak mengakui kewarganegaraan etnis Rohingya karena menganggap kelompok Muslim ini bukan merupakan kelompok etnis yang sudah ada di Myanmar sebelum kemerdekaan Myanmar pada 1948. Hal itu ditegaskan kembali oleh Presiden Myanmar, Thein Sein, dalam Al Jazeera, 29 Juli 2012 bahwa Myanmar tak mungkin memberikan kewarganegaraan kepada kelompok Rohingya yang dianggap imigran gelap dan pelintas batas dari Bangladesh itu.

Akar konflik yang lain adalah adanya kecemburuan terhadap etnis Rohingya. Populasi etnis Muslim Rohingya dalam beberapa dasawarsa ini terus meningkat. Tentu saja, hal ini menyebabkan kecurigaan dan kecemburuan pada etnis mayoritas Rakhine. Bagi mereka, keberadaan etnis Rohingya pun sangat mungkin dianggap kerikil dalam sepatu, yakni sesuatu yang terus mengganggu. Keberadaan etnis Rohingya dianggap mengurangi hak atas lahan dan ekonomi, khususnya di wilayah Arakan, Rakhine yang menjadi pusat kehidupan etnis Muslim ini.

Sejatinya Rohingya tidak tepat disebut “etnis” karena kata itu merupakan label politis yang digunakan untuk memperjuangkan keberadaan kelompok tersebut di Myanmar. Beberapa sejarawan Myanmar mengatakan bahwa nama Rohingya baru muncul pada tahun 1950-an, setelah kemerdekaan Myanmar. Lalu, siapa sebenarnya mereka?

Dalam catatan PBB, Rohingya hanya disebut sebagai penduduk Muslim yang tinggal di Arakan, Rakhine, Myanmar. Dari sudut kebahasaan, bahasa yang diklaim sebagai bahasa Rohingya sebenarnya termasuk ke dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, khususnya kerabatb ahasa Indo-Arya. Lebih detail lagi, bahasa Rohingya dikategorikan sebagai bahasa-bahasa Chittagonia yang dituturkan oleh masyarakat di bagian tenggara Bangladesh. Sementara itu, kebanyakan bahasa di Myanmar tergolong rumpun Tai Kadal, Austroasiatik, atau Sino-Tibetan. Jadi, jelas bahwa kelompok etnis Rohingya merupakan keturunan etnis Bengali, khususnya sub-etnis Chittagonia yang tinggal di Bangladesh tenggara.

Kemunculan pemukiman Muslim di Arakan sebagai cikal bakal kelompok Rohingya terlacak sejak zaman Kerajaan Mrauk U, khususnya pada zaman Raja Narameikhla (1430-1434). Setelah dibuang ke Bengal, Narameikhla lalu menguasai kembali Mrauk U berkat bantuan Sultan Bengal. Seiring dengan berkuasanya Narameikhla, masuk pula penduduk Muslim dari Bengal kewilayah Arakan, Rakhine. Dalam perkembangannya, jumlah pemukim Muslim dari Bengal terus bertambah, terutama ketika Inggris menguasai Rakhine. Karena kurangnya populasi di Rakhine, Inggris memasukkan banyak orang Bengali ke Rakhine untuk bekerja sebagai petani. Oleh karena itu, sampai saat ini pula, kebanyakan orang Rohingya bekerja di sector agraris.

Ketika Inggris melakukan sensus penduduk pada 1911, pemukim Muslim di Arakan sudah berjumlah 58 ribu orang. Jumlah itu terus bertambah pada tahun 1920-an ketika Inggris menutup perbatasan India, sehingga orang Bengali memilih masuk ke Rakhine. Sejak tahun-tahun ini pulalah mulai timbul konflik dengan penduduk local yang mayoritas merupakan penganut Buddha. Bertambahnya jumlah penduduk migrant membuat penduduk lokal khawatir.

Istilah Rohingya, Kapan Muncul?

Lalu, benarkah istilah Rohingya baru muncul pada tahun 1950-an? Sejarawan Jacques P. Leider mengatakan bahwa pada abad ke-18 ada catatan seorang Inggris yang bernama Francis Buchanan-Hamilton yang sudah menyebutkan adanya masyarakat Muslim di Arakan. Mereka menyebut diri mereka “Rooinga”. Ada yang mengatakan bahwa istilah ini berasal dari kata "rahma" (rahmat) dalam bahasa Arab atau "rogha" (perdamaian) dalam bahasa Pashtun. Selain itu, ada pula yang mengaitkannya dengan wilayah Ruhadi Afghanistan yang dianggap sebagai tempat asal Rohingya.

Dengan demikian, lepas dari apakah Rohingya merupakan sebuah etnis atau tidak, dan apakah termasuk ke dalam etnisitas Myanmar atau tidak? Sudah jelas bahwa Rohingya merupakan komunitas migrant dari Bangladesh yang sudah ratusan tahun tinggal di Arakan, Rakhine, Myanmar. Sebagai komunitas yang sudah lama menetap di sebuah wilayah yang kebetulan kini menjadi bagian dari negara Myanmar, tentu saja sudah selayaknya mereka mendapatkan hak-hak dasar mereka, terutama status kewarganegaraan. Meskipun demikian, sikap pemerintah Myanmar sudah jelas seperti yang disampaikan Thein Sein bahwa Myanmar tak mungkin memberikan kewarganegaraan kepada Rohingya. Namun, Myanmar menawarkan solusi berupa pengiriman ribuan orang Rohingya ke negara lain atau tetap tinggal di Arakan, tetapi berada di bawah pengawasan PBB. Jadi, kelihatannya etnis Rohingya masih belum bisa bernapas lega sampai beberapa tahun mendatang.



thnks http://mizan.com/news_det/mengenal-etnis-rohingya-dari-sudut-pandang-sejarah.html

Dikirim pada 12 Mei 2013 di Uncategories


Warren Buffet (berambut putih) di halaman depan koran zionis “Israel Hayom”. foto: Collive

YOGYAKARTA, Rabu (Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha): Salah satu orang terkaya di dunia Warren Buffet dikabarkan baru tuntas membelanjakan USD 6 Miliar hartanya untuk mengambil alih total perusahaan ‘israel’ Iscar Metalworking. Buffet sudah mulai memiliki saham mayoritas perusahaan itu sejak 2006. Demikian diungkapkan oleh Electronic Intifada.

Di tengah semakin merosotnya ekonomi penjajah zionis, suntikan dana Buffett merupakan sebuah langkah penting. Presiden Iscar Eitan Wertheimer menggambarkan transaksi ini sebagai “pesan keimanan” terhadap zionis yang “setara dengan Deklarasi Balfour”, surat dukungan Menteri Luar Negeri Inggris James Balfour untuk pendirian negara Yahudi di Palestina (1917).

Majalah Forbes dalam daftar terbarunya orang paling kaya dunia meletakkan Buffett di urutan kedua, adalah sohib pendiri Microsoft Bill Gates memiliki kekayaan bersih sebesar US$120,5 miliar.

Electronic Intifada menulis, selama ini media-media dunia membangun citra Buffet sebagai pengusaha rendah hati yang dermawan. Kini citra itu harus dilengkapi dengan gambaran yang lebih riil, yaitu sebagai pengusaha yang mendukung penjajahan dan kezhaliman apartheid.

Bagi sebagian relawan penggerak BDS (Boycott, Divestment, Sanction) terhadap ‘israel’, investasi yang dilakukan Buffet merupakan penghinaan. Diantara mereka kini bersiap mendesak gerakan boikot atas seluruh produk perusahaan milik Buffet, seperti Coca-Cola dan Heinz. Di Indonesia Heinz kini diantaranya menguasai pabrik saus dan kecap ABC.

Yang menarik untuk dicatat, pernyataan Presiden Iscar Metalworking di atas disarkan oleh Israel Hayom, sebuah koran milik oleh raja judi Sheldon Adelson.

Menurut penulis Electronic Intifada, David Cronin, selain memiliki pandangan rasis terhadap warga Palestina, Adelson juga sering mengeluarkan pernyataan yang memandang rendah kemiskinan.* (Electronic Intifada | MR/Sahabat al-Aqsha)



Dikirim pada 10 Mei 2013 di Uncategories


Hidayatulalah.com--Bunuh diri menjadi penyebab utama kematian di kalangan pasukan ‘Israel’. Mengutip data dari divisi rehabilitasi militer ‘Israel’, harian Ibrani, Maariv melaporkan, pada 2003 jumlah serdadu ‘Israel’ yang bunuh diri meningkat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tewas dalam serangan militer di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Disebutkan, total terdapat 43 serdadu Zionis yang menghabisi nyawanya, naik dari angka tahun sebelumnya yang tercatat 30 orang. Data ini menunjukkan adanya kenaikan 30% dari angka bunuh diri pada 2002 yang mencapai 31 serdadu.

Pada tahun 2003, selama puncak Intifada ke dua, 43 tentara Zionis dilaporkan tewas karena bunuh diri dan ini menjadi menjadi penyebab utama kematian di kalangan serdadu. Sementara pada enam bulan pertama tahun 2004, sebanyak 15 serdadu ‘Israel’ dilaporkan bunuh diri.

Kementerian Pertahanan sendiri menolak berkomentar karena merasa malu atas laporan itu. Juru bicara kementerian hanya mengatakan bahwa ia tidak mengetahui masalah itu dan pihaknya tidak ada hubungannya dengan aksi bunuh diri tersebut.

Militer ‘Israel’ juga menyangkal bahwa aksi bunuh diri itu ada hubungannya dengan tindakan-tindakan jahat ‘Israel’ di wilayah jajahannya.

Sumber militer mengatakan alasan-alasan, seperti krisis emosional, penganiayaan dan intimidasi oleh atasan, serta depresi psikologis sebagai penyebab bunuh diri. Namun yang secara lebih luas diyakini adalah para tentara ini merasa trauma atas kejahatannya di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang kemudian berujung pada bunuh diri.

Aktivis perdamaian ‘Israel’ mengatakan kepada Aljazeera.net bahwa ia meyakini kalau kebanyakan serdadu yang bunuh diri tidak bisa hidup dengan menanggung beban yang mengerikan atas perilaku mereka di wilayah Palestina.

Pada 2008, seorang polisi perbatasan ‘Israel’ bunuh diri di depan Perdana Menteri Perancis kala itu, Nicholas Sarkozy. Pada 2007-2009, sempat terjadi penurunan jumlah kasus bunuh diri. Namun jumlahnya kembali naik setelah 2009. Pada semester pertama 2010, 19 serdadu dilaporkan bunuh diri sedangkan pada tahun 2009, statistik mencatat terdapat 21 tentara bunuh diri.

Pada 2010 itu, dua tentara ‘Israel’ dilaporkan bunuh diri di Daliat el Carmel. Tentara pertama, Ashraf Meriyah, 18, ditemukan tewas karena tembakan di kepala di rumahnya setelah fajar. Saat Louis Nasser a Din, 21, mengetahui temannya bunuh diri di wilayah militer Haifa, ia juga bunuh diri dengan menembak kepalanya.

Pasukan Pertahanan ‘Israel’ (IDF) sempat membuat program khusus untuk membantu para komandan mengenali tekanan psikologis di kalangan tentara akibat tingginya angka bunuh diri. Sebagai bagian dari program ini, IDF memutuskan untuk mengurangi jumlah tentara yang membawa senjata saat pulang.

Menurut IDF, kasus bunuh diri ini tidak ada hubungannya dengan pelayanan kemiliteran mereka. Dan IDF mengkaji apakah ada kelalaian dari sisi komandan sebagai pemicu bunuh diri. Pada 2008, situs Ynet melaporkan, untuk pertama kalinya, dua petugas dihukum karena dianggap gagal mencegah seorang prajurit yang bunuh diri akibat tekanan psikologis. Dalam kasus yang sama, seorang petugas kesehatan mental diadili dalam sidang disiplin karena gagal membantu tentara.

Pada 2011 dilaporkan, seorang pendiri kelompok antimiliterisasi ‘Israel’, New Profile, Ruth Hiller mengatakan bahwa sekitar 50% serdadu ‘Israel’ yang dikubur di pemakaman militer tewas karena bunuh diri, kecelakaan atau dibunuh. Pada tahun 1989, Departemen Militer ‘Israel’ mengatakan rata-rata angka bunuh diri setiap tahunnya mencapai 35 orang.*

Sumber : Sahabat al-Aqsha
Red: Cholis Akbar

Dikirim pada 08 Mei 2013 di Uncategories



Tentara Israel diselimuti rasa ketakutan. Mujahid yang syahid memancarkan bau kasturi

Aneh bin ajaib, meski tiap hari dibunuhi tentara Israel, pejuang-pejuang Palestina tak pernah habis. Ibarat hilang satu tumbuh seribu, begitu seterusnya. Mereka juga tak pernah surut semangat juangnya, meski hampir hari dijatuhi bom dan rudal.

Kota Jenin menjadi saksinya. Kota yang terletak di Tepi Barat itu dibombadir Israel sebulan lalu. Ratusan rudal yang dilepaskan pesawat-pesawat tempur dan tank-tank Zionis, menghantam kota yang menjadi penampungan pengungsi rakyat Palestina itu. Hanya bersenjata AK 47 dan M 16, para pejuang Palestina memberikan perlawanan sengit.

Ratusan warga sipil dan anak-anak menjadi korban —sesuatu yang sebenarnya dilarang PBB— akibat serangan brutal itu. Tetapi di pihak Israel bukan tidak ada yang mati. Tidak kurang dari 24 orang pasukan Israel tewas, dan 130 lainnya cedera. Itu yang diakui Israel. Tentu jumlah sebenarnya jauh lebih besar.

Israel tidak mau menyebutkan jumlah korban pastinya, karena akan menjatuhkan moral tempur pasukannya. Buktinya, Panglima Perang Zionis, Shaol Mofaz akhirnya harus mencopot perwira yang memimpin penyerangan Jenin, karena dianggap gagal.

Rupanya, ada kejadian-kejadian aneh di Palestina, yang menyebabkan perlawanan mereka tidak pernah mengendor. Keanehan itu, diantaranya dituturkan Abu al Barraa, salah seorang pimpinan Hamas. “Wahai saudaraku yang aku cintai,” katanya, “demi Allah sesungguhnya kami telah menyaksikan pasukan Zionis Israel meninggalkan persenjataan mereka, lari terbirit-birit ketakutan. Banyak dari mereka yang terbunuh dari peluru para mujahidin yang keluar tanpa ditembakkan.”

Salah seorang tentara Israel yang lari itu, kepada pers mengaku ketakutan. Mereka menyaksikan postur pasukan yang buas luar biasa bukan dari bangsa manusia. Beberapa sumber Israel mengungkapkan, rasa takut itu menyelimuti setiap pasukan saat hendak memasuki Jenin.

Salah seorang pasukan cadangan Israel mengatakan, “Kami melaksanakan tugas ini karena memang wajib, tidak ada yang senang berperang di sini. Kondisi di sana memang menyeramkan sekali.” Bahkan ia berharap, dunia internasional menekan pemerintahan Ariel Sharon. “Apakah tekanan terhadap pemerintahan (Sharon) telah dilakukan, agar menarik mundur pasukannya? Berapa hari lagi kita harus bertahan di sini?” kata tentara itu ketakutan. (almujtama’, 02/6/2012)

Apakah keanehan-keanehan itu pertanda Allah telah menurunkan bala tentaranya, seperti apa yang tercantum pada al-Qur’an Surat At Taubah 26: “Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.”

Yang jelas ketika tentara Israel yang brutal itu dilanda ketakutan, keadaan sebaliknya justru dialami para mujahidin. Meski melawan musuh yang didukung Amerika Serikat, semangat tempur para mujahidin tak pernah kendor. Tak lain, karena mereka berperang di atas lambaran tauhid, ala at tauhid `isynaa wa min ajli at tauhiid namuut (di atas rel tauhid kami hidup dan untuk tauhid kami mati)



Dikirim pada 05 Mei 2013 di Uncategories


Berisik, Israel Cari Cara Matikan Adzan
Merasa berisik, Israel cari cara matikan Adzan. Pemerintah Israel mencari cara agar suara volume suara adzan dari berbagai Masjid di wilayah perbatasan Israel-Palestina dapat dikecilkan atau dimatikan. Hal ini dikarenakan para pemukim Yahudi yang mengeluh, adzan itu menyebabkan kebisingan ketika mereka sedang tidur.

Adzan

Dalam laman Haaretz, Rabu (18/1), Administrasi Pemerintahan Sipil Israel di Tepi Barat mencari cara penggunaan teknologi untuk mematikan volume suara panggilan muadzin tersebut.

Kepala Administrasi Pemerintahan Sipil Israel, Brigjen Moti Almoz mengadakan pertemuan dengan beberapa ahli teknis militer. Agar dapat dicari teknologi untuk dapat mematikan secara otomatis volume adzan dari wilayah Palestina.

Pejabat Administrasi Sipil beranggapan tidak perlu meminta persetujuan otoritas palestina. “Pemerintah Palestina akan menyambut baik hal ini, banyak juga warga Palestina juga mengeluhkan tentang suara keras ini,” ujarnya.

Ternyata teknologi juga dapat berdampak bagi masjid di wilayah Israel. Bulan lalu, Pejabat Israel dari Partai Yisrael Beiteinu, Anastassia Michaeli mengajukan RUU untuk melarang penggunaan sistem suara oleh muadzin di Masjid. Karena alasan yang sama kebisingan. RUU ini awalnya didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tapi akhirnya gagal karena keberatan dari pejabat lain dari partai Likud.

Di wilayah Hebron, Pemukim Yahudi bahkan membalas suara adzan dengan membunyikan musik Hasid khas Yahudi dengan pengeras suara sekencang-kencangnya. Namun akhirnya dapat dimediasi oleh Departemen Perlindungan Lingkungan, dengan alasan wilayah masjid di dekat pemukiman yahudi ini berada dalam makam leluhur yang berada diwilayah kendali Israel.
Total 1795 people found the following post helpful:
Berisik, Israel Cari Cara Matikan Adzan
with Average Rating 5.3 / 7


Dikirim pada 03 Mei 2013 di Uncategories


Hidayatullah.com--Yayasan Palestina yang konsen pada urusan kota al Quds dan tempat-tempat suci agama, mengungkap adanya rencana kelompok-kelompok Yahudi untuk menggalang penyerbuan masal ke masjid al Aqsha bersamaan dengan peringatakan 46 tahun pendudukan Zionis terhadap kota al Quds.

Dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) Yayasan Wakaf dan Peninggalan “Al Aqsha”, dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Rabu (01/05/2013), menjelaskan bahwa kelompok-kelompok Yahudi yang menyebut dirinya “dewan organisasi-organisasi untuk kuil” baru-baru ini meluncurkan kampanye yang menyerukan penyerbuan masal ke masjid al Aqsha dari pintu al Asbat pada Selasa malam depan.

Yayasan al Aqsha menyatakan bahwa pemilihan “pintu al Asbat” untuk melaksanakan aksi penyerbuan adalah dalam konteks eskalasi penjajah Zionis sebagai upaya untuk menerapkan realita baru di masjid al Aqsha.

Yayasan al Aqsha menyerukan bangsa Arab dan umat Islam untuk melaksanakan kewajibannya dan membela tempat-tempat suci agama di kota al Quds.

Dalam konteks terkait, dalam laporannya, Yayasan al Aqsha menyebutkan bahwa sekompok pemukim pendatang Yahudi hari Rabu, kemarin, telah menyerbu masjid al Aqsha dan berjalan-jalan di area masjid, termasuk di dalamnya adalah anggota Knesset Zionis dari partai “Rumah Yahudi” Shuli Muallm.

Sebelumnya organisasi-organisasi Yahudi telah menyerbarkan seruan melalui situs-situs internet untuk menggalang partisipasi luas dalam pawai malam yang dimulai pada akhir malam Selasa depan, dari daerah Tila Dzakhira menuju Kota Tua di al Quds. Dari sana kemudian berhimpun di pintu al Asbat untuk mengadakan beberapa ritual Talmud sebelum menyerbu masjid al Aqsha. *

Dikirim pada 02 Mei 2013 di Uncategories


Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Sampai hari ini umat Islam rohingya terutama muslim Arakan mengalami penderitaan dan kesengsaraan atas kezholiman dan kebiadaban rezim Myanmar dan orang-orang Budha. Ratusan masjid dan mushola sudah menjadi puing hancur berantakan, jutaan orang mengungsi lari ketakutan. Banyak anak-anak menjadi yatim dan piatu, banyak istri kehilangan suami sekarang telah menjadi janda, banyak mereka berpisah dari keluarga, harta benda mereka habis dirampok, dijarah, rumah mereka dibakar, anak-anak perempuan mereka diperkosa, para pengungsi hidup di bawah tekanan.

Camp-camp pengungsi bagaikan camp tawanan tak bebas bergerak, selalu diawasi, yang berani keluar ditembak mati. 4 juta muslim Rohingya Arakan kini hanya tinggal 700 ribu orang. Kemanakah mereka semua dan dimanakah mereka sekarang?

Manusia-manusia perahu bertebaran di penjuru laut mencari perlindungan mencari suaka termasuk mereka ada di Negeri ini. Mereka ada diAceh, di Medan, di Jember, di Tegal dan ada dimana-mana. Penderitaan mereka semakin parah karena mereka dianggap sebagai manusia-manusia liar, mereka tidak di akui di negerinya sendiri sebagai warganegara Myanmar.

Pemberitaan mereka dimedia tidak banyak di beritakan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Genocide (pembersihan etnis muslim) telah dilakukan oleh rezim Myanmar dan orang-orang Budha. PBB tak berkutik, semua diam semua bisu semua tutup telinga.

Dimanakah kita kini ya akhilkiroom aina antum al aan ya saudara-saudaraku, akankah kita membiarkan mereka dan mendiamkan mereka, apa kita tidak tergerak untuk menolong dan membantu mereka atau hati kita sudah tertutup dengan kemewaan dunia. Akankah kita biarkan mereka habis dan punah.

Karena itu wahai saudara-saudaraku seiman seaqidah berikan kepedulian kita kepada mereka dengan mengepung kedutaan besar Miyanmar pada aksi FUI (forum Umat Islam) dan KAMRA (Komite Nasional Advokasi untuk Muslim Rohingya-Arakan) yang Insyaallah dilaksanakan pada:

Hari : Jum’at 03-05-2013
Waktu : Pukul 13.30 Wib s/d selesai
Tempat : Kumpul di bunderan Hotel Indonesia (HI) Jakarta lalu longmarch ke Kedutaan Myanmar.

Silahkan membawa bendera atau atribut ormas masing-masing dengan berpakaian putih-putih. Kita serukan jihad untuk saudara-saudara kita muslim Rohingya, menekan dan mengutuk pemerintah Myanmar untuk menghentikan kezhalimannya dan siapkan pundi-pundi rupiah antum semua untuk mengisi kantong-kantong Save Rohingya. AllahuAkbar! AllahuAkbar! AllahuAkbar!

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/22/seruan-jihad-bela-muslim-rohingya-arakan.html#sthash.7uYPhlDc.dpuf
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Sampai hari ini umat Islam rohingya terutama muslim Arakan mengalami penderitaan dan kesengsaraan atas kezholiman dan kebiadaban rezim Myanmar dan orang-orang Budha. Ratusan masjid dan mushola sudah menjadi puing hancur berantakan, jutaan orang mengungsi lari ketakutan. Banyak anak-anak menjadi yatim dan piatu, banyak istri kehilangan suami sekarang telah menjadi janda, banyak mereka berpisah dari keluarga, harta benda mereka habis dirampok, dijarah, rumah mereka dibakar, anak-anak perempuan mereka diperkosa, para pengungsi hidup di bawah tekanan.

Camp-camp pengungsi bagaikan camp tawanan tak bebas bergerak, selalu diawasi, yang berani keluar ditembak mati. 4 juta muslim Rohingya Arakan kini hanya tinggal 700 ribu orang. Kemanakah mereka semua dan dimanakah mereka sekarang?

Manusia-manusia perahu bertebaran di penjuru laut mencari perlindungan mencari suaka termasuk mereka ada di Negeri ini. Mereka ada diAceh, di Medan, di Jember, di Tegal dan ada dimana-mana. Penderitaan mereka semakin parah karena mereka dianggap sebagai manusia-manusia liar, mereka tidak di akui di negerinya sendiri sebagai warganegara Myanmar.

Pemberitaan mereka dimedia tidak banyak di beritakan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Genocide (pembersihan etnis muslim) telah dilakukan oleh rezim Myanmar dan orang-orang Budha. PBB tak berkutik, semua diam semua bisu semua tutup telinga.

Dimanakah kita kini ya akhilkiroom aina antum al aan ya saudara-saudaraku, akankah kita membiarkan mereka dan mendiamkan mereka, apa kita tidak tergerak untuk menolong dan membantu mereka atau hati kita sudah tertutup dengan kemewaan dunia. Akankah kita biarkan mereka habis dan punah.

Karena itu wahai saudara-saudaraku seiman seaqidah berikan kepedulian kita kepada mereka dengan mengepung kedutaan besar Miyanmar pada aksi FUI (forum Umat Islam) dan KAMRA (Komite Nasional Advokasi untuk Muslim Rohingya-Arakan) yang Insyaallah dilaksanakan pada:

Hari : Jum’at 03-05-2013
Waktu : Pukul 13.30 Wib s/d selesai
Tempat : Kumpul di bunderan Hotel Indonesia (HI) Jakarta lalu longmarch ke Kedutaan Myanmar.

Silahkan membawa bendera atau atribut ormas masing-masing dengan berpakaian putih-putih. Kita serukan jihad untuk saudara-saudara kita muslim Rohingya, menekan dan mengutuk pemerintah Myanmar untuk menghentikan kezhalimannya dan siapkan pundi-pundi rupiah antum semua untuk mengisi kantong-kantong Save Rohingya. AllahuAkbar! AllahuAkbar! AllahuAkbar!

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/22/seruan-jihad-bela-muslim-rohingya-arakan.html#sthash.7uYPhlDc.dpuf
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Sampai hari ini umat Islam rohingya terutama muslim Arakan mengalami penderitaan dan kesengsaraan atas kezholiman dan kebiadaban rezim Myanmar dan orang-orang Budha. Ratusan masjid dan mushola sudah menjadi puing hancur berantakan, jutaan orang mengungsi lari ketakutan. Banyak anak-anak menjadi yatim dan piatu, banyak istri kehilangan suami sekarang telah menjadi janda, banyak mereka berpisah dari keluarga, harta benda mereka habis dirampok, dijarah, rumah mereka dibakar, anak-anak perempuan mereka diperkosa, para pengungsi hidup di bawah tekanan.

Camp-camp pengungsi bagaikan camp tawanan tak bebas bergerak, selalu diawasi, yang berani keluar ditembak mati. 4 juta muslim Rohingya Arakan kini hanya tinggal 700 ribu orang. Kemanakah mereka semua dan dimanakah mereka sekarang?

Manusia-manusia perahu bertebaran di penjuru laut mencari perlindungan mencari suaka termasuk mereka ada di Negeri ini. Mereka ada diAceh, di Medan, di Jember, di Tegal dan ada dimana-mana. Penderitaan mereka semakin parah karena mereka dianggap sebagai manusia-manusia liar, mereka tidak di akui di negerinya sendiri sebagai warganegara Myanmar.

Pemberitaan mereka dimedia tidak banyak di beritakan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Genocide (pembersihan etnis muslim) telah dilakukan oleh rezim Myanmar dan orang-orang Budha. PBB tak berkutik, semua diam semua bisu semua tutup telinga.

Dimanakah kita kini ya akhilkiroom aina antum al aan ya saudara-saudaraku, akankah kita membiarkan mereka dan mendiamkan mereka, apa kita tidak tergerak untuk menolong dan membantu mereka atau hati kita sudah tertutup dengan kemewaan dunia. Akankah kita biarkan mereka habis dan punah.

Karena itu wahai saudara-saudaraku seiman seaqidah berikan kepedulian kita kepada mereka dengan mengepung kedutaan besar Miyanmar pada aksi FUI (forum Umat Islam) dan KAMRA (Komite Nasional Advokasi untuk Muslim Rohingya-Arakan) yang Insyaallah dilaksanakan pada:

Hari : Jum’at 03-05-2013
Waktu : Pukul 13.30 Wib s/d selesai
Tempat : Kumpul di bunderan Hotel Indonesia (HI) Jakarta lalu longmarch ke Kedutaan Myanmar.

Silahkan membawa bendera atau atribut ormas masing-masing dengan berpakaian putih-putih. Kita serukan jihad untuk saudara-saudara kita muslim Rohingya, menekan dan mengutuk pemerintah Myanmar untuk menghentikan kezhalimannya dan siapkan pundi-pundi rupiah antum semua untuk mengisi kantong-kantong Save Rohingya. AllahuAkbar! AllahuAkbar! AllahuAkbar!

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/22/seruan-jihad-bela-muslim-rohingya-arakan.html#sthash.7uYPhlDc.dpuf
Pelarian Rohingya yang dilayan seperti hamba di Thailand

Sekiranya kita melakukan tinjauan di kalangan umat Islam hari ini dan bertanya mengenai umat Islam yang tertindas, nescaya kita akan mendapat jawapan Palestin, Afghanistan, Iraq, Chechnya dan sebagainya. Namun tidak ramai di kalangan kita yang menginsafi terhadap permasalahan umat Islam Rohingya.

Selama beberapa dekad, orang-orang Rohingya telah menjadi mangsa pelanggaran hak asasi manusia yang sistematik dan meluas di tangan junta tentera Myanmar (Burma). Dalam satu laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Pusat Hak Asasi Manusia Ireland (ICHR), seorang pakar undang-undang hak asasi manusia antarabangsa mendakwa bahawa kekejaman massa yang dilakukan oleh kerajaan junta tentera terhadap minoriti Rohingya yang tinggal di daerah Barat Myammar mungkin merupakan antara jenayah terhebat terhadap kemanusiaan di abad ini.



Permasalahan mereka telah telah diabaikan selama bertahun-tahun dan tiada sebarang tindakan yang sistematik telah dilakukan untuk membantu mereka meneruskan kehidupan sebagai masyarakat manusia yang normal.

Siapakah umat Islam Rohingya?



Umat Islam Rohingya kebanyakannya tinggal di sebelah barat Burma (kini Myanmar) di Negeri Arakan yang bersempadan dengan Bangladesh. Mereka adalah keturunan daripada para pedagang Arab, Parsi, Turki dan lain-lain yang berkahwin dengan penduduk setempat seperti Mughals, Pathan, dan Bengali. Penyebaran Islam di Arakan (dan di sepanjang kawasan pantai selatan Bangladesh) dilakukan oleh para pedagang dan pendakwah dari Asia Barat ini.

Kini, umat Islam Rohingya merupakan 1/3 daripada jumlah penduduk wilayah Arakan, Myanmar dan selebihnya adalah penganut Buddha Arakanese.

Apakah nasib mereka?



Umat Islam Rohingya telah dinafikan daripada hak-hak asasi kemanusiaan dan sentiasa terdedah kepada pencabulan hak asasi manusia secara konsisten oleh pihak juta tentera Myanmar.

Di antara kekejaman yang dilakukan ke atas mereka :

a) Tidak mengiktiraf kerakyatan mereka, dinafikan sijil kelahiran mahupun sijil perkahwinan mereka.

b) Perampasan tanah-tanah milik mereka bagi meneruskan projek pembinaan saluran paip gas dan minyak yang merentasi wilayan Arakan

c) Menjadi mangsa perhambaan moden sebagai buruh paksa seperti bekerja tanpa gaji di tapak pembinaan jalan raya, kereta api, dan bangunan berek tentera.



d) Sekatan makanan sehingga mereka hidup di dalam keadaan kebuluran

e) Sekatan ekonomi, kemudahan kesihatan dan kemudahan asas pendidikan

f) Wanita-wanita dan remaja perempuan mereka dirogol secara beramai-ramai oleh tentera Myanmar

g) Penyembelihan secara beramai-ramai seumpama tragedi 1942 apabila lebih 100,000 orang di kalangan mereka yang telah dibunuh.

h) Pada tahun 1978, seramai 300,000 di kalangan mereka telah dihalau keluar secara massa ke Bangladesh. Kerajaan Bangladesh enggan untuk menyediakan bekalan makanan dan keperluan lain sehingga ramai di kalangan mereka mati kebuluran dan akibat penyakit.

Pada tahun 1991, tentera Burma sekali lagi telah melakukan operasi pembersihan apabila 268,000 di kalangan mereka terpaksa melarikan diri kerana Myanmar ternyata tidak lagi selamat untuk mereka

Selepas bertahun-tahun melalui siri penderitaan yang panjang dan besar, mereka mula mengambil bot-bot kecil ke laut terbuka dengan harapan untuk mendarat di suatu tempat sebagai pelarian politik, ekonomi dan agama. Ada di kalangan mereka yang mendarat di Thailand, Malaysia, Indonesia dan sebahagiannya di Australia. Namun kebanyakan mereka telah ditolak mentah-mentah oleh semua negara ini.

Diheret ke tengah lautan dalam dan dibiarkan di dalam kapal yang telah dicabut enjinnya

Bahkan ramai di kalangan ‘orang bot’ yang mendarat di Thailand telah dihalau semula ke laut dalam bersama sampan mereka yang telah dicabut enjinnya agar mereka terus hanyut terkapai-kapai tanpa hala tuju. Sebahagian daripada mereka terdampar di Malaysia, Indonesia dan Australia tetapi ribuan di kalangan mereka yang telah mati lemas atau kebuluran di tengah laut.

Tiada siapa yang mahukan mereka ! Bahkan negara-negara yang mendakwa mewakili umat Islam juga tidak mahu mereka, sekali gus membuktikan bahawa seolah-olah umat ini ‘tidak ada harga’ kepada mereka.

Umat Islam Rohingya telah memohon diberikan status ‘Pelarian Sementara Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB), sehingga negara-negara lain bersetuju untuk mengambil mereka buat sementara. Indonesia dikatakan akan mempertimbangkan permohonan mereka untuk tinggal di Acheh buat sementara.

Pelarian Rohingya di Acheh

Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kenapakah kami dilupakan ?

Keceriaan mereka, kegembiraan kita.

Isu Rohingya adalah isu umat Islam sejagat. Mereka telah ditindas buat sekian lamanya dan kini sebahagian daripada mereka telah pun mendarat di Malaysia bagi mendapatkan perlindungan dan bantuan kemanusiaan daripada saudara seaqidah mereka.

Ingatlah, bahawa mengambil tahu dan mempunyai kepedulian terhadap orang lain terutamanya saudara seaqidah adalah sesuatu yang sangat dituntut oleh agama Islam yang luhur ini sebagaimana sabdaan Rasulullah saw yang bermaksud,

“Barangsiapa tidak mengambil berat tentang urusan umat Islam, maka bukanlah mereka daripada kalangannya”

Dikirim pada 22 April 2013 di Uncategories


Andai nafas ini sudah tak berhembus lagi, aku hanya ingin orang yang ku kenal bisa mengenagku. Walau tak seindah taman bunga, aku ingin namaku ada di sela do’a mereka.

Aku ingin terang dalam kegelapan

Aku ingin bersinar dalam malam

Aku ingin mekar diantara bunga taman

Aku ingin terlihat walau jauh di seberang

Hidup itu indah, hidup itu nikmat, hidup itu sesaat, dengan indah kita bisa lupa akan nikmat, dengan nikmat kita mengabaikan bahwa semua itu hanya sesaat.

Ketika sakit memihak kita, disitulah letak nikmat hidup yang sebenarnya.

kita akan tahu betapa mahalnya hidup

betapa berhargarnya setiap nafas yang kita hembuskan,

sungguh tak ada cacat dalam hidup ini.

DIA menciptakan dengan segala kesempurnaan pada kita.

Andai kita memahami betapa besarnya nikmat sehat yang DIA berikan pada kita, mungkin rupiah tiada arti.

“BERSYUKURLAH”

Terima kasih buat kalian yang selalu memberi semangat dalam sakitku, kalian yang nyempetin do’a di sela kesibukan, mkasih jugak buat yang telah ikhlas mendonor darahnya, insyaAllah sembuh kelak darah ini akan mengalir dalam kebaikan.

Itu semua suara hati yang terucap dari jiwa yang terbaring lemah.

Jika ini tulisan terahirku, jadikan ini semua semangat buat mereka untuk selalu mensyukuri nikmatNya. Semoga kita senantiasa dalam lingkup jiwa dan hati yang sehat. Amiiiin ya Rabb

VVIP anggrek 3A RSUD AL-HUDA Genteng-Banyuwangi 14 maret 2013 11:45 PM (aliha rozim)




Dikirim pada 21 Maret 2013 di Uncategories
18 Mar


Mensyukuri Nikmat Sehat. Sebagai umat islam tentunya kita mempunyai kewajiban-kewajiban yang telah disyariatkan dan diatur baik itu dalam Al-Qur`an atau pun dalam hadist-hadist Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. Termasuk dalam hal kewajiban bersyukur atas nikmat sehat yang kita terima dan peroleh dari Allah Ta`ala semenjak kita masih dalam kandungan ibu kita sampai kita dewasa seperti sekarang ini.

Sehat dan pengertian sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.( Menurut UU N0. 23/1992 tentang kesehatan). Dengan tubuh yang sehat pula maka kita sebagai makhluk yang mempunyai kewajiban mengerjakan ibadah akan bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan juga memperoleh kebaikan pula dari ibadah yang kita laksanakan.

Lalu bagaimana hubungan antara sehat kesehatan ini dengan Islam ? Islam memandang, bahwa kesehatan merupakan nikmat dan karunia Allah Ta`ala yang wajib disyukuri. Disamping itu sehat juga adalah obsesi setiap manusia berakal, hal ini dikarenakan tidak seorang manusia pun yang tidak ingin selalu sehat, agar tugas dan kewajiban hidup dapat dilaksanakannya dengan baik.



Meskipun nikmat sehat merupakan kebutuhan fitrah manusia dan nikmat Allah, tetapi banyak manusia yang mengabaikan dan melupakan nikmat sehat ini, sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah saw :" Ada dua nikmat yang banyak dilupakan manusia, yaitu nikmat sehat dan peluang kesempatan" (HR Imam Bukhari).

Karenanya kesehatan merupakan salah satu perkara yang diminta pertanggungjawabannya di hadapan pengadilan Allah Ta`ala kelak di Hari Kiamat, seperti dalam hadits Rasulullah yang berbunyi : "Nikmat yang pertama ditanyakan kepada setiap hamba pada hari Kiamat dengan pertanyaan "Tidakkah telah Kami sehatkan badanmu dan telah Kami segarkan (kenyangkan) kamu dengan air yang sejuk" (HR Imam Tirmizi). Itulah beberapa hadist Nabi Rasulullah yang berkaitan dengan kesehatan.

Untuk itulah salah satu jalan dan usaha kita dalam hal mensyukuri nikmat sehat ini adalah dengan senantiasa bersyukur pada Allah tatkala diberi kesehatan. Senantiasa bersyukur dengan melakukan ketaatan dan ibadah yang wajib maupun yang sunnah, maka niscaya Allah Ta`ala akan memberi kenikmatan yang lainnya dan lebih banyak lagi kenikmatan. Bersyukurlah atas nikmat sehat sebelum datang sakit. Dan bila kita diuji dengan sakit maka bersabar dan berprasangka baik kepada Allah adalah perkara wajib bagi setiap mukmin. Karena banyak hikmah di balik sakit bagi orang mukmin itu sendiri.

Rasulullah shallallahu a`alaihi wa salam bersabda :"Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu" (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrok, 4/341, dari Ibnu ‘Abbas.)

Cara lainnya dalam mensyukuri nikmat sehat ini adalah dengan menjaga kebersihan. Islam juga memberikan perhatian dalam rangka menjaga kesehatan dan mensyukuri nikmat sehat dengan adanya anjuran dan perintah menjaga kebersihan. “Annadha fatu minal iiman” kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman. Menjaga kebersihan adalah salah satu upaya untuk mencapai kesehatan. Dengan fisik yang sehat kita akan lebih khusyuk dalam ibadah, lebih fokus dalam bekerja-belajar, lebih siap mengemban amanah, lebih totalitas dalam mengerjakan segala sesuatunya.

Demikian tadi yang sedikit mengenai akan nikmat sehat yang Allah karuniakan kepada kita semua dan semua makhluk Allah di alam semesta ini. Dan sikap muslim dalam persepsi sehat dan bersyukur atas nikmat sehat perlu kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk selanjutnya akan diposting mengenai tips hidup sehat dalam Islam dan semoga nantinya juga bisa bermanfaat dan berguna bagi kita semuanya



THANKS http://askep-net.blogspot.com/2012/09/mensyukuri-nikmat-sehat.html

Dikirim pada 18 Maret 2013 di Uncategories


Semakin tingginya biaya hidup di mana-mana menuntut kita untuk pintar-pintar mengatur keuangan keluarga. Hidup lebih ekonomis menjadi salah satu jalan keluar yang masuk akal untuk keadaan ini.

Banyak orang sering salah kaprah dan mengaitkan hidup lebih ekonomis dengan harga barang yang kita konsumsi. Artinya lebih banyak orang memutuskan untuk membeli barang substitusi yang berharga murah dengan kualitas yang hampir sama dengan yang biasanya dipakai. Namun hidup sederhana tidak melulu mengenai harga. Berikut adalah beberapa tips hidup sederhana yang dibagi oleh Chris Farrell, penulis buku New Frugality:

1. Transformasi diri

Yang paling utama adalah kita harus mengubah cara pandang kita sendiri dari konsumerisme menjadi kesederhanaan. Konsumerisme seringkali berakar dari keegoisan diri untuk terlihat “lebih” dari orang lain. Di lain pihak, kesederhanaan berfokus pada orang-orang dan keadaan di sekitar kita. Saat jumlah orang miskin semakin bertambah banyak setiap harinya, kita seharusnya menjadi lebih prihatin dan tidak menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu perlu. Salah satu contoh yang bisa kita tiru, kata Chris, adalah dengan meminimalisasi penggunaan kantong plastik untuk menjaga lingkungan. Berhemat sambil menjaga lingkungan bisa juga dilakukan, bukan?

2. Cerdas dalam memilih

Hidup hemat dapat dicapai dengan mencari harga yang terbaik, bukan yang paling murah. Inilah pengertian yang salah kaprah dari orang-orang yang ingin hidup sederhana. Dalam buku ini, Chris lebih menyarankan untuk pintar-pintar memilih barang yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan dan tentunya sembari memotong pengeluaran.

3. Aturan Baru

Keep it simple. Prinsip dasar dalam hidup sederhana ini sederhana saja, utamakan dulu kebutuhan dasar anda. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, lakukan investasi untuk diri sendiri, barulah keluarkan uang dengan bijaksana. Ini adalah aturan baru hidup sederhana yang pastinya efektif juga untuk membantu kita mendapatkan kestabilan finansial.

4. Mulai hari ini juga

Cara paling ampuh untuk mewujudkan semua ini adalah dengan menjadikan kesederhanaan sebagai bagian hidup kita mulai hari ini. Pada awalnya mungkin susah, apalagi bagi kita yang dulunya miss jinjing sejati, tetapi dengan memulainya secepat mungkin dan menjalaninya hari demi hari akan membantu kita untuk menjadikan kesederhanaan sebagai bagian hidup kita. Cerdas dalam mengeluarkan setiap rupiah yang telah anda hasilkan tidak berarti anda tidak boleh memanjakan diri sendiri sama sekali, tetapi anda harus selalu menghitung setiap rupiah yang anda keluarkan. Menurut Chris, yang terpenting adalah cermat dalam setiap pengeluaran.

5. Bijak dalam meminjam uang

Cara berhutang terbaik adalah dengan tidak berhutang sama sekali. Jadi pastikan bahwa setiap peminjaman yang anda lakukan dapat menghasilkan nilai lebih, misalnya untuk pendidikan. Selain itu, cobalah untuk melakukan peminjaman hanya pada saat anda memiliki margin aman. Dengan kata lain, jangan meminjam uang pada saat tagihan dan utang di tempat lain sedang menumpuk, sementara anda tidak memiliki simpanan apapun di tabungan. (Her World, Aug 10)

Dikirim pada 25 Februari 2013 di Uncategories


Penulis: KH Abdullah Gymnastiar

Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yang disebut masalah atau persoalan hidup, dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun, semuanya adalah potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress tapi ada pula yang menghadapinya dengan begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.

Berarti masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik, benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus terus-menerus meningkatkan ilmu dan keterampilan dirinya dalam menghadapi aneka persoalan yang pasti akan terus meningkat kuantitas dan kualitasnya seiring dengan pertambahan umur, tuntutan, harapan, kebutuhan, cita-cita dan tanggung jawab.

Kelalaian kita dalam menyadari pentingnya bersungguh-sungguh mencari ilmu tentang cara menghadapi hidup ini dan kemalasan kita dalam melatih dan mengevaluasi ketrampilan kita dalam menghadapi persoalan hidup berarti akan membuat hidup ini hanya perpindahan kesengsaraan, penderitaan, kepahitan dan tentu saja kehinaan yang bertubi-tubi. Na’udzubillah.

1. Siap

Siap apa? Siap menghadapi yang cocok dengan yang diinginkan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keiinginan.

Kita memang diharuskan memiliki keiinginan, cita-cita, rencana yang benar dan wajar dalam hidup ini, bahkan kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah Swt berikan kepada kita.

Namun bersamaan dengan itu kitapun harus sadar-sesadarnya bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki sangat banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.

Dan pula dalam hidup ini ternyata sering sekali atau bahkan lebih sering terjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh kita, yang di luar dugaan dan di luar kemampuan kita untuk mencegahnya, andaikata kita selalu terbenam tindakan yang salah dalam mensikapinya maka betapa terbayangkan hari-hari akan berlalu penuh kekecewaaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan, hati yang galau, sungguh rugi padahal hidup ini hanya satu kali dan kejadian yang tak didugapun pasti akan terjadi lagi.

Ketahuilah kita punya rencana, Allah Swt pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana Allah Swt.

Yang lebih lucu serta menarik, yaitu kita sering marah dan kecewa dengan suatu kejadian namun setelah waktu berlalu ternyata “kejadian” tersebut begitu menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat besar dan sangat bermanfaat, jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.

Alkisah ada dua orang kakak beradik penjual tape, yang berangkat dari rumahnya di sebuah dusun pada pagi hari seusai shalat shubuh, di tengah pematang sawah tiba-tiba pikulan sang kakak berderak patah, pikulan di sebelah kiri masuk ke sawah dan yang di sebelah kanan masuk ke kolam. Betapa kaget, sedih, kesal dan merasa sangat sial, jualan belum, untung belum bahkan modalpun habis terbenam, dengan penuh kemurungan mereka kembali ke rumah. Tapi dua jam kemudian datang berita yang mengejutkan, ternyata kendaraan yang biasa ditumpangi para pedagang tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cedera bahkan diantaranya ada yang cedera berat, satu-satunya diantara kelompok pedagang yang senantiasa menggunakan angkutan tersebut yang selamat hanyala dirinya, yang tidak jadi berjualan karena pikulannya patah. Subhanalloh, dua jam sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, dua jam kemudian patah pikulan dianggap keberuntungan luar biasa.

Oleh karena itu “fa idzaa azamta fa tawaqqal alalloh” bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar namun hati harus tetap menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada Allah Swt. Dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu Allah Swt.

Allah Swt, berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216, “Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah Swt lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan Allah Swt.”

Maka jikalau dilamar seseorang, bersiaplah untuk menikah dan bersiap pula kalau tidak jadi nikah, karena yang melamar kita belumlah tentu jodoh terbaik seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya maupun orang tuanya. Kalau mau mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri, berjuanglah sungguh-sungguh untuk diterima di tempat yang dicita-citakan, namun siapkan pula diri ini andaikata Allah Yang MahaTahu bakat, karakter dan kemampuan kita sebenarnya akan menempatkan di tempat yang lebih cocok, walaupun tidak sesuai dengan rencana sebelumnya.

Melamar kerja, lamarlah dengan penuh kesungguhan, namun hati harus siap andaikata Allah Swt, tidak mengijinkan karena Allah Swt, tahu tempat jalan rizki yang lebih berkah.

Berbisnis ria, jadilah seorang profesional yang handal, namun ingat bahwa keuntungan yang besar yang kita rindukan belumlah tentu membawa maslahat bagi dunia akhirat kita, maka bersiaplah menerima untung terbaik menurut perhitungan Allah Swt. Demikianlah dalam segala urusan apapun yang kita hadapi.

2.Ridha

Siap menghadapi apa pun yang akan terjadi, dan bila terjadi, satu-satunya langkah awal yang harus dilakukan adalah mengolah hati kita agar ridha/rela akan kenyataan yang ada. Mengapa demikian? Karena walaupun dongkol, uring-uringan dan kecewa berat, tetap saja kenyataan itu sudah terjadi. Pendek kata, ridha atau tidak, kejadian itu tetap sudah terjadi. Maka, lebih baik hati kita ridha saja menerimanya.

Misalnya, kita memasak nasi, tetapi gagal dan malah menjadi bubur. Andaikata kita muntahkan kemarahan, tetap saja nasi telah menjadi bubur, dan tidak marah pun tetap bubur. Maka, daripada marah menzalimi orang lain dan memikirkan sesuatu yang membuat hati mendidih, lebih baik pikiran dan tubuh kita disibukkan pada hal yang lain, seperti mencari bawang goreng, ayam, cakweh, seledri, keripik, dan kecap supaya bubur tersebut bisa dibuat bubur ayam spesial. Dengan demikian, selain perasaan kita tidak jadi sengsara, nasi yang gagal pun tetap bisa dinikmati dengan lezat.

Kalau kita sedang jalan-jalan, tiba-tiba ada batu kecil nyasar entah dari mana dan mendarat tepat di kening kita, hati kita harus ridha, karena tidak ridha pun tetap benjol. Tentu saja, ridha atau rela terhadap suatu kejadian bukan berarti pasrah total sehingga tidak bertindak apa pun. Itu adalah pengertian yang keliru. Pasrah/ridha hanya amalan, hati kita menerima kenyataan yang ada, tetapi pikiran dan tubuh wajib ikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhai Allah Swt. Kondisi hati yang tenang atau ridha ini sangat membantu proses ikhtiar menjadi positif, optimal, dan bermutu.

Orang yang stress adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental untuk menerima kenyataan yang ada. Selalu saja pikirannya tidak realistis, tidak sesuai dengan kenyataan, sibuk menyesali dan mengandai – andai sesuatu yang sudah tidak ada atau tidak mungkin terjadi. Sungguh suatu kesengsaraan yang dibuat sendiri.

Misalkan tanah warisan telah dijual tahun yang lalu dan saat ini ternyata harga tanah tersebut melonjak berlipat ganda. Orang-orang yang malang selalu saja menyesali mengapa dahulu tergesa-gesa menjual tanah. Kalau saja mau ditangguhkan, niscaya akan lebih beruntung. Biasanya, hal ini dilanjutkan dengan bertengkar saling menyalahkan sehingga semakin lengkap saja penderitaan dan kerugian karena memikirkan tanah yang nyata-nyata telah menjadi milik orang lain.

Yang berbadan pendek, sibuk menyesali diri mengapa tidak jangkung. Setiap melihat tubuhnya ia kecewa, apalagi melihat yang lebih tinggi dari dirinya. Sayangnya, penyesalan ini tidak menambah satu senti pun jua. Yang memiliki orang tua kurang mampu atau telah bercerai, atau sudah meninggal sibuk menyalahkan dan menyesali keadaan, bahkan terkadang menjadi tidak mengenal sopan santun kepada keduanya, mempersatukan, atau menghidupkannya kembali. Sungguh banyak sekali kita temukan kesalahan berpikir, yang tidak menambah apa pun selain menyengsarakan diri.

Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak monoton. Ini adalah kenyataan hidup, kenanglah perjalanan hidup kita yang telah lalu dan kita harus benar-benar arif menyikapi setiap episode dengan lapang dada, kepala dingin, dan hati yang ikhlas. Jangan selimuti diri dengan keluh kesah karena semua itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa jadi memperparah masalah.

Dengan demikian, hati harus ridha menerima apa pun kenyataan yang terjadi sambil ikhtiar memperbaiki kenyataan pada jalan yang diridhai Allah swt.

3. Jangan Mempersulit Diri

Andaikata kita mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisasi, dan mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, pasti ia juga membuat masalah akan menjadi lebih besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan yang aslinya, Tentu pada akhirnya kita akan merasa jauh lebih nelangsa, lebih repot di dalam menghadapinya/mengatasinya.

Orang yang menghadapi masa pensiun, terkadang jauh sebelumnya sudah merasa sengsara. Terbayang di benaknya saat gaji yang kecil, yang pasti tidak akan mencukupi kebutuhannya. Padahal, saat masih bekerja pun gajinya sudah pas-pasan. Ditambah lagi kebutuhan anak-anak yang kian membengkak, anggaran rumah tangga plus listrik, air, cicilan rumah yang belum lunas dan utang yang belum terbayar. Belum lagi sakit, tak ada anggaran untuk pengobatan, sementara umur makin menua, fisik kian melemah, semakin panjang derita kita buat, semakin panik menghadapi pensiun. Tentu saja sangat boleh kita memperkirakan kenyataan yang akan terjadi, namun seharusnya terkendali dengan baik. Jangan sampai perkiraan itu membuat kita putus asa dan sengsara sebelum waktunya.

Begitu banyak orang yang sudah pensiun ternyata tidak segawat yang diperkirakan atau bahkan jauh lebih tercukupi dan berbahagia daripada sebelumnya. Apakah Allah SWT. yang Mahakaya akan menjadi kikir terhadap para pensiunan, atau terhadap kakek-kakek dan nenek-nenek? Padahal, pensiun hanyalah salah satu episode hidup yang harus dijalani, yang tidak mempengaruhi janji dan kasih sayang Allah.

Maka, di dalam menghadapi persoalan apa pun jangan hanyut tenggelam dalam pikiran yang salah. Kita harus tenang, menguasai diri seraya merenungkan janji dan jaminan pertolongan Allah Swt. Bukankah kita sudah sering melalui masa-masa yang sangat sulit dan ternyata pada akhirnya bisa lolos?

Yakinlah bahwa Allah yang Mahatahu segalanya pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengan dosis yang tepat dengan keadaan dan kemampuan kita. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan, dan sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan” (QS Al-Insyirah [94]:5-6). Sampai dua kali Allah Swt menegaskan janji-Nya. Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus mendapatkan kesulitan karena dunia bukanlah neraka. Demikian juga tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus memperoleh kelapangan dan kemudahan karena dunia bukanlah surga. Segalanya pasti akan ada akhirnya dan dipergilirkan dengan keadilan Allah Swt.

4. Evaluasi Diri

Ketahuilah, hidup ini bagaikan gaung di pegunungan: apa yang kita bunyikan, suara itu pulalah yang akan kembali kepada kita. Artinya, segala yang terjadi pada kita adalah buah dari apa yang kita lakukan. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula” (QS Al-ZalZalah [99]: 7-8)

Allah Swt Maha Peka terhadap apapun yang kita lakukan. Dengan keadilan-Nya tidak akan ada yang meleset, siapa pun yang berbuat, sekecil dan setersembunyi apapun kebaikan, niscaya Allah Swt, akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk yang terbaik menurut-Nya. Sebaliknya, kezaliman sehalus apapun yang kita lakukan yang tampaknya seperti menzalimi orang lain, padahal sesungguhnya menzalimi diri sendiri, akan mengundang bencana balasan dari Allah Swt, yang pasti lebih getir dan gawat. Naudzubillah.

Andaikata ada batu yang menghantam kening kita, selain hati harus ridha, kita pun harus merenung, mengapa Allah menimpakan batu ini tepat ke kening kita, padahal lapangan begitu luas dan kepala ini begitu kecil? Bisa jadi semua ini adalah peringatan bahwa kita sangat sering lalai bersujud, atau sujud kita lalai dari mengingat-Nya. Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia, pasti segalanya ada hikmahnya.

Dompet hilang? Mengapa dari satu bus, hanya kita yang ditakdirkan hilang dompet? Jangan sibuk menyalahkan pencopet karena memang sudah jelas ia salah dan memang begitu pekerjaannya. Renungkankah: boleh jadi kita ini termasuk si kikir, si pelit, dan Allah Mahatahu jumlah zakat dan sedekah yang dikeluarkan. Tidak ada kesulitan bagi-Nya untuk mengambil apapun yang dititipkan kepada hamba-hamba-Nya.

Anak nakal, suami kurang betah di rumah dan kurang mesra, rezeki seret dan sulit, bibir sariawan terus menerus, atau apa saja kejadian yang menimpa dan dalam bentuk apapun adalah sarana yang paling tepat untuk mengevaluasi segala yang terjadi. Pasti ada hikmah tersendiri yang sangat bermanfaat, andaikata kita mau bersungguh-sungguh merenunginya dengan benar.

Jangan terjebak pada sikap yang hanya menyalahkan orang lain karena tindakan emosional seperti ini hanya sedikit sekali memberi nilai tambah bagi kepribadian kita. Bahkan, apabila tidak tepat dan berlebihan, akan menimbulkan kebencian dan masalah baru.

Ketahuilah dengan sungguh-sungguh, dengan mengubah diri, berarti pula kita mengubah orang lain. Camkan bahwa orang lain tidak hanya punya telinga, tetapi mereka pun memiliki mata, perasaan, pikiran yang dapat menilai siapa diri kita yang sebenarnya.

Jadikanlah setiap masalah sebagai sarana efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri karena hal itulah yang menjadi keuntungan bagi diri dan dapat mengundang pertolongan Allah Swt.

5. Hanya Allah-lah Satu satunya Penolong

Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu kecuali dengan izin Allah Swt. Baik berupa musibah maupun nikmat. Walaupun bergabung jin dan manusia seluruhnya untuk mencelakakan kita, demi Allah tidak akan jatuh satu helai rambut pun tanpa izin-Nya. Begitu pun sebaliknya, walaupun bergabung jin dan manusia menjanjikan akan menolong atau memberi sesuatu, tidak pernah akan datang satu sen pun tanpa izin-Nya.

Mati-matian kita ikhtiar dan meminta bantuan siapapun, tanpa izin-Nya tak akan pernah terjadi yang kita harapkan. Maka, sebodoh-bodoh kita adalah orang yang paling berharap dan takut kepada selain Allah Swt. Itulah biang kesengsaraan dan biang menjauhnya pertolongan Allah Swt.

Ketahuilah, makhluk itu “La haula wala quwata illa billahil’ aliyyil ‘ azhim” tiada daya dan tiada upaya kecuali pertolongan Allah Yang MahaAgung. Asal kita hanyalah dari setetes sperma, ujungnya jadi bangkai, ke mana-mana membawa kotoran.

Allah menjanjikan dalam Surah Al-Thalaq ayat 2 dan 3, “Barang siapa yang bersungguh-sungguh mendekati Allah (bertaqwa), niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar bagi setiap urusannya, dan akan diberi rezeki dari tempat yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal hanya kepada Allah, niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya.”

Jika kita menyadari dan meyakininya, kita memiliki bekal yang sangat kukuh untuk mengarungi hidup ini, tidak pernah gentar menghadapi persoalan apapun karena sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita yang sebenarnya berikut segala jalan keluar terbaik hanyalah Allah Swt Yang Mahasempurna. Dia sendiri berjanji akan memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun karena bagi Dia tidak ada yang rumit dan pelik, semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaan-Nya.

Pendek kata, jangan takut menghadapi masalah, tetapi takutlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongan-Nya, kita akan terus berkelana dalam kesusahan, dari satu persoalan ke persoalan lain, tanpa nilai tambah bagi dunia dan akhirat kita・benar-benar suatu kerugian yang nyata.

Terimalah ucapan selamat berbahagia, bagi saudara-saudaraku yang taat kepada Allah dan semakin taat lagi ketika diberi kesusahan dan kesenangan, shalatnya terjaga, akhlaknya mulia, dermawan, hati bersih, dan larut dalam amal-amal yang disukai Allah.

InsyaAllah, masalah yang ada akan menjadi jalan pendidikan dan Allah yang akan semakin mematangkan diri, mendewasakan, menambah ilmu, meluaskan pengalaman, melipatgandakan ganjaran, dan menjadikan hidup ini jauh lebih bermutu, mulia, dan terhormat di dunia akhirat.

Semoga, dengan izin Allah, uraian ini ada manfaatnya

Dikirim pada 15 Februari 2013 di Uncategories


Wasiat Mujahid Imam Samudra : Akhi... Bersabarlah


Assalamu `alaikum wa rahmatullohi wa barakatuhu.

Segala pujian hanya milik Alloh, Sesembahan seluruh makhluk, dan shalawat kepada Rasul akhir zaman, Muhammad Sallallohu `alaihi wa sallam.

Telah kuterima suratmu akhi, di antara gerimis hujatan dan cercaan para penguasa zhalim. Supucuk suratmu telah membangkitkan perasaan dan semangatku. Dari balik jeruji besi ini, aku sampaikan bahwa aku baik dan selalu dalam lindungan Alloh, Pemelihara alam semesta dan Sesembahan segala makhluk. Tiada kenikmatan yang mampu aku rasakan kecuali dalam jeruji ini. Satu kenikmatan yang hanya aku yang mampu merasakannya.

Akhi, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh ikhwan yang telah mengazamkan dirinya kepada Jihad dan mati syahid untuk terus berjihad dan bertempur melawan syetan akbar dunia, Amerika dan Yahudi laknat.
Akhi, jagalah selalu amalan harian antum. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunnah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita dari bahaya futur dan malas hati.

Akhi, jagalah malammu kepada Alloh `Azza Wa Jalla. Selalulah isi malam malammu dengan sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum sepenuhnya kepada kekuasaan-Nya. Ingatlah akhi, tiada kemenangan melainkan dari Alloh semata.

Ingatlah selalu akan janji kita, untuk selalu membentuk generasi pengganti. Satu generasi yang mereka mencintai kematian sebagaimana musuh-musuh Alloh mencintai kehidupan. Bangkitkan generasi yang siap menjadi pasukan-pasukan Alloh. Binalah suatu generasi yang mereka siap selalu untuk menjadi manusia penghancur kekafiran dan kebathilan. Bangunkan pemuda yang siap menjadi pasukan syahid yang akan menggentarkan musuh Alloh, musuh Islam, dan musuh kaum Muslimin.

Kepada antum yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belumlah usai. Justru saat inilah baru dimulai peperangan yang sesungguhnya. Lakukan aksi-aksi syahid di mana pun antum semua berada. Janganlah takut akan cercaan orang-orang yang mencela, sebab Alloh di belakang kita akhi. Jikalau teror yang selama ini kita lakukan membuat gentar dan takut, maka teruslah lakukan terror ke atas semua kepentingan musuh kita. Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir, sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua. Ia adalah Islam dan kafir. Tidak ada beda antara sipil kafir dengan tentaranya. Jika kalian mampu membunuh troop-troop mereka, itu lebih baik bagi kalian dari pada ibadah sunnah kalian.

Akhi, bersabarlah dengan semua ujian yang menimpa kita ini. Ingatlah semakin berat ujian ini, semakin dekat pula pertolongan Alloh untuk pasukan kita. Buatlah sehingga orang-orang kafir itu merasa tidak kerasan dengan kekafiran mereka di muka bumi ini. Jadikan darah mereka seperti darah anjing yang hina dina. Lakukanlah terror atas mereka sebagaimana mereka melakukan terror dan pembantaian atas saudara kita di Palestin, Afghanistan, dan di seluruh penjuru bumi. Jika mereka membantai satu saudara kita, bantailah seratus orang dari mereka. Jika mereka membantai sepuluh saudara kita, bantailah seribu orang dari mereka, atau bahkan kalau bisa lebih dari itu.

Akhi, jadikan hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap orang-orang kafir. Bukankah Alloh telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir. Didiklah anak cucu antum menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh akhi, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang Muslim tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran. Sungguh sebutan teroris itu lebih berharga daripada gelar penguasa Muslim, namun mereka justru menjadi mesin pambantai kaum Muslimin. Jika kalian membenci dan memusuhi gelar yang diberikan oleh musuh Alloh terhadap kita, maka melalui jalan mana lagi kita akan masuk Jannah.

Ingatlah akhi, jannah itu diraih lewat jalan pedang dan pertempuran. jannah itu diraih dengan darah dan air mata. Jannah itu diraih dengan pembantaian dan kebinasaan. Islam itu ditegakkan dengan perang dan simbahan darah dan air mata. Tidaklah Islam itu jaya melainkan berdiri di atas darah dan tulang belulang para syuhada. Maka, jika kalian tidak sempat mengecap kemenangan Islam, maka kalian akan mengecap nikmatnya jannah yang telah dijanjikan Alloh kepada para pembela dan pengawal Islam.

Ingatlah selalu penderitaan orang-orang tua kita! Kenanglah selalu jerit tangis anak-anak kita! Janganlah hapus dari ingatan antum pencabulan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap para Muslimah kita!

Berjanjilah untuk membalasnya akhi! Berjanjilah! Bunuhlah para pemimpin orang orang kafir itu! Hancurkan kesombongan mereka dan hinakan harga diri mereka! Janganlan kalian berhenti memerangi mereka hingga Islam menang atau antum hancur dalam peperangan! Aku akan selalu berdoa untuk kemenangan Islam, kemenangan antum, dan kemenangan pasukan kita, di antara hardikan dan cambukan anjing sipir penjara.

Sekian saja akhi. Bersabarlah dan selalu istiqomah! Alloh dibelakang kita. Masa depan milik Islam. Allohu Akbar, Allohu Akbar, dan kekuatan hanya milik Alloh semata.

Wassalamu `alaikum wa rahmatullohi wa barakatuhu.

Al-Faqir ilalloh

Abdul Aziz

"diantara jeruji besi penguasa kafir Indonesia".

Sumber :
http://suaraikhwanmuwahhid.blogspot.com/2011/11/wasiat-asy-syahid-imam-samudra-wasiat.html

Dikirim pada 12 Februari 2013 di Uncategories


Bukan Berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul
beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey
mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:

“Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah
berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. ” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya
memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit.

Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda
harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan
mampu membawanya lagi.

Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang
harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak

sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik,

agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban
pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada
dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.

Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..!! Hal
terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh
di relung hati kita…



thnks... :) http://kutauyangkumau.wordpress.com/2007/11/21/cara-pandang-terhadap-beban-hidup/

Dikirim pada 08 Februari 2013 di Uncategories


Manusia memang sudah banyak yang tahu kalau di dunia ini selain berinteraksi sesama manusia, manusia berinteraksi dengan sang penciptaNya. Tetapi tidak banyak manusia ketika sudah nikmat berinteraksi dengan sesama manusia lupa dengan sang pencipta.

Seperti contoh bapak Herman, nama panjang beliau adalah Herman Saptra S.E. beliau kelahiran Manado dan tua di Yogjakarta. Beliau dilahirkan memang dalam keadaan keluarga yang berkecukupan, ayah beliau adalah mantan hakim di Manado dan pindah ke Yogjakarta ketika umur Pak Herman 12 tahun. Di Yogja itulah Pak Herman sering di kasih wejangan oleh oleh bapak beliau yang bernama Dr Sodikin M.H.

Di Yogja Pak Herman meneruskan sekolah tingkat SMP sampai melanjutkan kuliah dikampus terbesar di Yogjakarta yaitu Universitas Gajah Mada dijurusan ekonomi, pada masa perkuliahan inilah Pak Sodikin mengajarkan tentang enterpeneur kepada Pak Herman supaya dihari tua nanti tidak menggantungkan pada ijazahnya. Ketika masih kuliah Pak Herman sudah dibekali toko oleh Pak Sodikin untuk mengelolanya, toko tersebut hanya membuka foto copy dan alat-alat tulis saja, sampai Pak Herman lulus S1 usaha kecil itu semakin besar sampai membuka cabang dikampus yang lain.

Pak Herman melanjutkan S2 di Universitas Islam Indonesia pada jurusan manajemen bisnis, selama kuliah S2 di Jakarta Pak Herman jarang sekali pulang ke Yogjakarta kalaupun pulang hanya sebentar karena usaha yang di Yogjakarta sudah ada yang mengelola dan pakek manejemen yang baik dan bisnis tersebut sudah besar dan punya percetakan buku besar di Yogjakarta.

Setelah Pak Herman lulus S2 di UI, Pak Herman menikah dengan Sri Astuti yang asli Padang Sumatra Barat teman kuliah waktu di UI. Dan Pak Herman membeli rumah di Jakarta dan mempunyai bisnis yang lebih besar lagi yaitu jual beli saham.

Puncak kejayaan Pak Herman ketika pernikahannya berumur 10 tahun dan mempunyai 2 anak yaitu Abel Mahendra umur 9 tahun dan Siska Herman 7 tahun, waktu itu Pak Herman mempunyai saham yang sangat besar di 3 hotel besar di Jakarta.

Entah apa yang terjadi, usaha Pak Herman sedikit demi sedikit semakin menurun, banyak hal yang terjadi dalam kehidupan Pak Herman, mulai dibuhongi orang sampai kesalahan penafsiran saham waktu itu sangat merugikan. Pak Herman tidak habis pikir kenapa usaha yang dimilikinya hilang seketika, dari mobil-mobil mewah saham-saham kecil habis bak rumah yang sudah lelap api.

Hampir 2 tahun Pak Herman menjalani kehidupan seperti yang tidak memiliki harta berlimpah seperti tahun-tahun sebelumnya. Memang tidak mudah menerima keadaan seperti itu sehingga Pak Herman harus menjelaskan setiap hari kepada keluarga kecilnya istri dan kedua anaknya. Yang sangat sulit menerima keadaan itu adalah istrinya karena istri shok dan tidak mau melakukan aktifitas seperti biasa.

Pak Herman sering cerita kepada teman-temannya di Jakarta maupun di Yogjakarta kenapa keadaan ini terjadi kepada dirinya, padahal dia sangat hati-hati sekali dalam berbisnis karena Pak Herman memang di ajari oleh bapaknya bahwa dalam berdagang harus mempunyai prinsip kejujuran.

Dan akhirnya Pak Herman di suruh jalan-jalan ke Jawa Timur oleh salah satu temannya kemudian menemui salah satu kyai di Jombang yang sangat pintar dan alim sekali. Setelah sampai di Jombang Pak Herman menceritakan kehidupan selama ini kemudian meminta saran bagaimana Pak Herman kedepannya. Memang Pak Herman jarang sekali yang nama sowan kepada kyai karena kehidupan Pak Herman bisa dikatakan bukan dari keluarga yang teguh dalam menjalankan keislaman.

Dua hal yang dari kyai tersebut bagaimana kesalahan Pak Herman selama ini yang sangat mendasar yaitu pertama Pak Herman selama mempunyai usaha besar di Jakarta tidak pernah memberikan sebagian harta dalam satu tahun mengeluarkan zakat wajib. Yang kedua Pak Herman kurang disiplin dalam menjalani sholat lima waktu. Alasan yang pertama memang sudah jelas bahwa zakat merupakan kewajiban umat islam ketika umat tersebut sudah mampu untuk mengeluarkannya, maka Allah akan mengambilnya ketika umatnya tidak menjalankan apa yang menjadi kewajiban umat tersebut.

Alasan yang kedua memang sudah jelas bahwa umat islam disamping berinteraksi dengan sesama manusia manusia juga berinteraksi dengan Allah Subhanahu Wa Taala dengan media sholat 5 waktu di tambah dengan kegiatan sunnah yang sangat di anjurkan sehingga setiap hari kita melaporkan apa yang di lakukan selama 1 hari. Dan ketika umatnya tidak disiplin kepada Allah maka Allah juga tidak akan menyayangi kita sebagai hamba yang baik.

Pak Hernan menyadari bahwa apa yang dikatakan kyai itu memang benar sekali dan itu tidak pernah Pak Herman lakukan, akhirnya Pak Herman mulai mulai menjalani kehidupan berbeda dari hari-hari kemaren dengan disiplin sholat sampai sholat tengah malam meminta ampun kepada Allah karena Pak Herman merasa lalai selama ini.

Yang pertama yang diminta oleh Pak Herman yaitu bagaimana keluarga kecilnya bisa menjalani kehidupan menerima apa yang sudah terjadi, dan alhamdulillah apa yang di inginkan Pak Herman bisa tercapai yaitu keluarga kecilnya bisa hidup bahagia lagi meskipun menjalai kehidupan yang sederhana.

Kemudian Pak Herman menjual rumah yang dijakarta dan pindah ke kampung halaman di Yogjakarta untuk merintis usaha kecil yang pernah ia jalani yaitu toko foto copy. Apa yang disarankan oleh kyai yang dari Jombang tersebut Pak Herman memang menjadi pegangan hidupnya.

Alhamdillah kehidupan Pak Herman semakin membaik meskipun tidak seperti lima tahun yang lalu uangnya sangat banyak apa yang dia inginkan bisa tercapai, tetapi apa yang dirasakan Pak Herman lebih tenang dengan kehidupan sederhana dan harus berjuang dari nol lagi untuk bisa mencapai kesuksesan yang pernah di alami Pak Herman

Mudah-mudahan cerita ini bisa menjadi pelajaran buat kita kedepannya, bahwa kita memang mempunyai kewajiban apa yang kita punyai untuk orang lain. karena apa yang kita punya bukan sepenuhnya dimiliki kita dan ternyata dalam menjalani kehidupan ini harus ada pegangan yang harus kita yaqini. Dengan pegangan itu kita mempunyai aturan yang jelas dan bisa menuntun kita agar menjadi orang yang baik di dunia dan akhirat




terima kasih buat http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2012/10/16/kekuatan-zakat-496047.html


Dikirim pada 04 Februari 2013 di Uncategories
13 Jan



Bayangkan suatu hari Anda tengah merasa sendiri menghadapi sebuah masalah yang lumayan mengusik kedamaian hati Anda. Bayangkan pada saat itu tidak ada satu orang pun yang menanyakan keadaan Anda apalagi menawarkan solusi dari permasalahan yang tengah Anda hadapi. Tiba-tiba Anda menerima “sms” dari seorang teman lama yang tidak Anda duga sama sekali, isi “sms” tersebut menanyakan keadaan Anda dan memberikan informasi yang dapat menyelesaikan permasalahan Anda. Perasaan apa yang akan timbul dalam hati Anda? Haru? Senang? Atau malah kesal?. Jika kejadian tersebut terjadi pada saya kemungkinan besar saya akan merasakan keharuan dan kebahagiaan walaupun belum tentu informasi tersebut dapat menyelesaikan masalah namun kepedulian yang telah diberikan teman kepada kita setidaknya memberikan setitik rasa bahagia seolah tidak lagi sendiri dalam menghadapi masalah.

Betapa besar arti sebuah rasa peduli kepada seorang teman. Setidaknya hal tersebut menunjukkan bahwa diri kita masih tersimpan dalam hatinya.

Pertanyaannya sekarang adalah sudahkah kita memiliki jadwal untuk menjaga tali silaturahmi walaupun hanya sekedar lewat “sms”, e-mail ataupun media komunikasi lainnya.

Sepertinya akan lebih baik jika kita mempunyai budget khusus untuk menjaga dan menjalin tali silaturahmi, menumbuhkan rasa peduli di antara kerabat. Dengan itu semua diharapkan dunia akan terasa lebih nyaman di singgahi, kedamaian dan kebersamaan setidaknya mampu berlama-lama bersemayam dalam hati.

Sungguh teman, rasa peduli kita kepada teman mempunyai arti yang besar, walau hanya sekedar “sms”…. ya walau hanya sekedar lewat “sms”…

ini terinspirasi dari semua sahabat “al-maliki 2009/2010″ yg selalu sigap dengan segala apa yg terjadi pada sahabat yang lain…

semoga kan terus berlalu… terimakasih (aliha rozim)

Dikirim pada 13 Januari 2013 di Uncategories



Ketahuilah, ujian dan cobaan di dunia merupakan sebuah keharusan, siapa pun tidak bisa terlepas darinya. Bahkan, itulah warna-warni kehidupan. Kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan merupakan tanda kebenaran dan kejujuran iman seseorang kepada Allah SWT

Sesungguhnya ujian dan cobaan yang datang bertubi-tubi menerpa hidup manusia merupakan satu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla. Tidak satu pun diantara kita yang mampu menghalau ketentuan tersebut.

Keimanan, keyakinan, tawakkal dan kesabaran yang kokoh amatlah sangat kita butuhkan dalam menghadapi badai cobaan yang menerpa. Sehingga tidak menjadikan diri kita berburuk sangka kepada Allah SWT terhadap segala Ketentuan-Nya.

Oleh karena itu, dalam keadaan apapun, kita sebagai hamba yang beriman kepada Allah SWT harus senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Dan haruslah diyakini bahwa tidaklah Allah menurunkan berbagai musibah melainkan sebagai ujian atas keimanan yang kita miliki. Allah sebagaimana tertulisa dalam firman-Nya : “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.” (QS. Al Baqarah : 214)

Kesabaran merupakan perkara yang amat dicintai oleh Allah dan sangat dibutuhkan seorang muslim dalam menghadapi ujian atau cobaan yang dialaminya. Sebagaimana dalam firman-Nya : “…Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Al Imran : 146)

Macam-Macam Kesabaran

Ibnul Qoyyim mengatakan dalam Madarijus Salikin : “Sabar adalah menahan jiwa dari keluh kesah dan marah, menahan lisan dari mengeluh serta menahan anggota badan dari berbuat tasywisy (tidak lurus). Sabar ada tiga macam, yaitu sabar dalam berbuat ketaatan kepada Allah, sabar dari maksiat, dan sabar dari cobaan Allah.”

Tingkatan sabar :

1. Sabar dari meninggalkan kemaksiatan karena takut ancaman Allah, Kita harus selalu berada dalam keimanan dan meninggalkan perkara yang diharamkan. Yang lebih baik lagi adalah, sabar dari meninggalkan kemaksiatan karena malu kepada Allah. Apabila kita mampu muraqabah (meyakini dan merasakan Allah sedang melihat dan mengawasi kita) maka sudah seharusnya kita malu melakukan maksiat, karena kita menyadari bahwa Allah SWT selalu melihat apa yang kita kerjakan. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya, di surah Al Hadid ayat 4 ” …….. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”

2. Tingkatan sabar yang kedua adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, dengan terus-menerus melaksanakannya, memelihara keikhlasan dalam mengerjakannya dan memperbaikinya. Dalam menjalankan ketaatan, tujuannya hanya agar amal ibadah yang dilakukan diterima Allah, tujuannya semata-mata ikhlas karena Allah SWT.

Ada Beberapa Hal Yang Akan Menuntun Seorang Hamba Untuk Bisa Sabar Dalam Menghadapi Ujian Dan Cobaan, Sebagai Berikut :

1. Sebaiknya kita merenungkan dosa-dosa yang telah kita lakukan. Dan Allah menimpakan ujian atau musibah-musibah tersebut mungkin disebabkan dosa-dosa kita . Sebagaimana firman Allah SWT : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy Syuro : 30).

Apabila seorang hamba menyadari bahwa musibah-musibah yang menimpa disebabkan oleh dosa-dosanya. Maka dia akan segera bertaubat dan meminta ampun kepada Allah dari dosa-dosa yang telah dilakukannya

Dan Nabi Muhammad saw bersabda: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim). Jadi ujian dan cobaan, bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita dan juga untuk mengangkat kita ke derajat keimanan yang lebih tinggi.

2.. Kita harus menyakini dengan seyakin-yakinnya, bahwa Allah selalu ada bersama kita. Dan Allah telah memberikan jaminan untuk kita dalam surah Al Baqarah ayat 286, bahwa ” Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Dan Allah cinta dan ridha kepada orang yang sabar. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya sbb: dan sabarlah sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al Anfal : 46) Dan Firman-Nya : “…Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS.Al Imran : 146)

Bersabarlah maka kita akan melihat betapa dekatnya kelapangan
Barangsiapa yang muraqabah (merasa diawasi) Allah dalam seluruh urusan, ia akan menjadi hamba Allah yang sabar dan berhasil melalui ujian apapun dalam hidupnya. Kesabaran yang didapatkan ini, berdasarkan pada petunjuk Allah dalam Al Quran, surah At Thur ayat 48 : Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri” Dan ketahuilah, bahwa barangsiapa yang mengharapkan Allah, maka Allah akan ada dimana dia mengharap.

3. Kita harus mengetahui bahwa jika kita bersabar, maka akan mendatangkan ridha Allah, karena ridha Allah SWT, terdapat dalam kesabaran kita, terhadap segala ujian dan ketentuan takdir-Nya, yang kurang kita sukai.

Keutamaan Sabar

Sabar memiliki kedudukan tinggi yang mulia dalam agama Islam. Oleh karena itu, Al Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa sabar setengah dari keimanan dan setengahnya lagi adalah syukur. Lebih jelasnya, akan diuraikan beberapa penyebutan ash-shabr dalam Al Qur’an dengan uraian yang ringkas sebagai berikut:

1. Sabar Merupakan Perintah Mulia Dari Rabb Yang Maha Mulia
Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,..” (QS. Al-Baqarah: 153)
dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu,..…” (QS.Ali Imran: 200)

Konteks (kandungan) dari kedua ayat diatas menerangkan bahwa sabar merupakan perintah dari Allah SWT. Sabar termasuk ibadah dari ibadah-ibadah yang Allah wajibkan kepada hamba-Nya. Terlebih lagi, Allah SWT kuatkan perintah sabar tersebut dalam ayat yang kedua. Barangsiapa yang memenuhi kewajiban itu, berarti ia telah menduduki derajat yang tinggi di sisi Allah SWT

2. Pujian Allah SWT Terhadap Orang-Orang Yang sabar
Allah SWT memuji mereka sebagai orang-orang yang benar dalam keimanannya. Sebagaimana firman-Nya: “….. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang yang benar (imannya). Dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 177)

Dalam kitab Madarijus Salikin 2/152 Al Imam Ibnul Qayyim, mengutarakan bahwa ayat yang seperti ini banyak terdapat dalam Al Qur’an. Sehingga keberadaan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah adalah benar-benar menjadi barometer keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

3. Mendapat Kecintaan Dari Allah SWT

Semua orang yang beriman berharap menjadi golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT. Dan Allah mengabarkan kepada hamba-Nya bahwa golongan yang mendapatkan kecintaan-Nya adalah orang-orang yang sabar terhadap ujian dan cobaan dari-Nya. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya
“…….., dan Allah itu menyukai/mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146)

.Dan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar, seperti tertulis dalam firman-Nya: “…..…dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)
Yang dimaksud dengan Allah bersama orang-orang yang sabar adalah penjagaan dan pertolongan Allah SWT selalu menyertai orang-orang yang sabar. Sebagaimana pula diterangkan dalam hadits berikut ini:

“Ketahuilah olehmu! Bahwasannya datangnya pertolongan itu bersama dengan kesabaran.” (HR. At Tirmidzi, dari shahabat Ibnu ‘Abbas ra)

4.. Shalawat, Rahmat dan Hidayah Bersama Orang Yang Sabar
Allah SWT senantiasa mencurahkan shalawat, rahmat dan hidayah-Nya kepada orang-orang yang sabar. Karena jika mereka ditimpa ujian dan cobaan dari Allah mereka kembalikan urusannya kepada Sang Pencipta, yang memilikinya.

Sifat mulia yang dimiliki orang yang sabar ini dikisahkan oleh Allah dalam firman-Nya disurah Al Baqarah, ayat 156-157 : “orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (esungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya-lah kami kembal). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Atas dasar ini, bila kita ditimpa musibah baik besar maupun kecil, dianjurkan mengucapkan kalimat ini, dan ini yang dinamakan dengan kalimat istirja’ (pernyataan kembali kepada Allah SWT). Kalimat istirja’ akan lebih sempurna lagi jika ditambah setelahnya dengan do’a yang diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad saw sebagai berikut :“Ya Allah, berilah ganjaran atas musibah yang menimpaku dan gantilah musibah itu yang lebih baik bagiku.”

Barangsiapa yang membaca kalimat istirja’ dan berdo’a dengan do’a di atas niscaya Allah SWTakan menggantikan musibah yang menimpanya dengan sesuatu yang lebih baik. (Hadits riwayat Al Imam Muslim 3/918 dari shahabiyah Ummu Salamah.)

Suatu ketika Ummu Salamah ditinggal suaminya Abu Salamah yang mati syahid di medan perang (jihad). Kemudian beliau mengucapkan do’a ini, sehingga Allah SWT memenuhi janji-Nya dengan memberikan pendamping (jodoh) baginya dengan sebaik-baik pendamping yaitu Rasulullah saw. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengingkari janji-Nya.

5.. Mendapatkan Ganjaran Yang Lebih Baik Dari Amalannya
Allah SWT memberikan ganjaran bagi orang yang sabar melebihi usaha atau amalan yang ia lakukan. Sebagaimana firman-Nya :

“……Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. “ (An Nahl: 126)
Dalam ayat lainnya, Allah SWT menjanjikan akan memberikan jaminan kepada orang yang sabar dengan ganjaran tanpa hisab (tanpa batas). Sebagaimana firman-Nya : “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar: 10)

6.. Mendapat Ampunan Dari Allah SWT

Selain Allah memberikan ganjaran yang lebih baik dari amalannya kepada orang yang sabar, Allah juga memberikan ampunan kepada mereka. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya : ”kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar”. (Hud: 11)

Dari ‘Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seorang muslim, melainkan Allah SWT telah menghapus dengan musibah itu dosanya. Meskipun musibah itu adalah duri yang menusuk dirinya.” (HR. Al-Bukhari no. 3405 dan Muslim 140-141/1062)

7.. Mendapat Martabat Tinggi Di Dalam Surga
Anugerah yang lebih besar bagi orang-orang yang sabar adalah berhak mendapatkan martabat yang tinggi dalam Surga. Allah SWT berfirman : “Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. (Al Furqaan: 75)

8.. Sabar Adalah Jalan Terbaik
Semua uraian di atas menunjukkan bahwa sabar ialah jalan yang terbaik bagi siapa saja yang menginginkan kebaikan dunia dan akhiratnya.
Dari shahabat Shuhaib bin Sinan, Rasulullah saw bersabda :
“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin, sungguh semua urusannya baik baginya, yang demikian itu tidaklah dimiliki seorang pun kecuali hanya orang yang beriman. Jika mendapat kebaikan (kemudian) ia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika keburukan menimpanya (kemudian) ia bersabar, maka itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Setiap amalan akan diketahui pahalanya kecuali kesabaran, karena pahala kesabaran itu, tanpa batas. Sebagaimana firman Allah SWT “Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan ganjaran/pahala mereka tanpa batas.” (Az Zumar: 10)

Coba kita renungkan, bukankah kita selalu mampu untuk bisa sabar dalam menerima ujian-Nya yang berupa nikmat hidup? Maka sudah seharusnya kita juga harus bisa sabar dalam menerima unjian-Nya yang berupa kehilangan nikmat hidup, istilahnya, jangan mau terima yang enak-enak saja.

Jadi kita sebaiknya harus bisa bersabar dalam menghadapi segala macam ujian dalam hidup kita, terutama setelah kita mengetahui keutamaan besar yang Allah SWT janjikan bagi hamba-Nya yang bersabar.

Dewi Yana

http://dewiyana.cybermq/com

Dikirim pada 26 Desember 2012 di Uncategories




Jangan pernah menyerah sebelum kita mencobanya, karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi nantinya. Jangan pernah iri hati terhadap keberhasilan orang, karena setiap orang pasti memiliki kelebihan yang berbeda. Dan jangan pernah berhenti tuk menyayangi dan mencintai keluarga kita, karena mereka lah yang selalu setia mendampingi kita dalam suka dan duka.

Kasih orang tua terhadap anaknya sungguh luar biasa. Mereka selalu memberikan yang terbaik tuk anak-anak nya. Apapun yang mereka lakukan, semua hanya demi kebahagiaan dan masa depan anak-anaknya. Tanpa pernah mengeluh, tanpa pernah putus asa. Mereka melakukan semua itu dengan tulus dan penuh kasih. Adapun ketika anak-anaknya melakukan kesalahan, melakukan hal-hal yang membuat yang mereka sakit, mereka hanya bisa meneteskan air mata dan berkata “tidak apa-apa Nak, tapi jangan diulangi lagi”. Begitu besarnya kepercayaan dan harapan yang mereka sandarkan untuk kita, sehingga mereka selalu bersabar untuk mengingatkan apa yang telah kita lakukan, baik itu hal yang berdampak positif ataupun negatif. Tiada satupun orang tua, yang berharap anaknya menjadi anak yang gagal di masa depan nantinya. Mereka selalu percaya bahwa kita, anak-anaknya, bisa menjadi seorang yang lebih berguna untuk bangsa dan negara.

Tiada yang lebih mulia dari kasih dan pengorbanan orang tua, jika kita bandingkan dengan sahabat ataupun kekasih kita. Orang bisa saja mempunyai kekasih ataupun sahabat, tapi tak dapat dipungkiri bahwa orang tua adalah bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan selamanya. Detik ini juga, bisa saja kita ditinggal oleh kekasih kita, dikhianati sahabat kita, tapi tak akan kita dijatuhkan oleh orang tua kita sendiri. Mereka selalu berusaha melindungi anak-anaknya dari segala permasalahan yang mungkin berdampak untuk kehidupan mereka nantinya.

Berbahagialah orang-orang yang masih mempunyai orang tua, bersyukurlah bagi orang-orang yang mampu berbagi segala hal dengan orang tuanya tercinta. Hargailah setiap waktu yang kalian punya, jangan pernah menyia-nyiakan kasih dan kepercayaan mereka. Lakukanlah yang terbaik untuk diri Anda, mulai dari sekarang juga. Buktikanlah kasih sayang Anda lewat tindakan, tidak hanya kata-kata.

Aku pribadi hanya ingin berkata kepada kedua orang tuaku “I’m proud to be your child. I love you, dad & mom. You are the best that I’ve had”.

Dikirim pada 16 Desember 2012 di Uncategories


Ada jutaan orang yang hilir mudik dalam kehidupan Anda.
Lalu… bagaimana cara menemukan sahabat sejati yang sesungguhnya?







Teman, sahabat… Beberapa tahun lalu, kita akan menemukan mereka dari aktivitas sosial secara langsung.
Misalnya saja mereka tinggal sebagai tetangga, mereka teman sekolah, teman kuliah atau teman kerja.

Tetapi sekarang, Anda bisa menemukan orang yang benar-benar asing masuk ke dalam daftar teman Anda.
Coba buka akun jejaring sosial Anda, ada berapa banyak teman yang belum pernah bertatap muka langsung dengan Anda?



Tidak salah kok punya teman dari dunia maya, apalagi jika mereka punya hobi yang sama, punya pengalaman yang bisa dibagi, punya pengetahuan yang bisa bermanfaat.
Banyak pertemanan dunia maya yang berakhir menjadi persahabatan sesungguhnya.

Apakah mereka bisa menjadi sahabat sejati?
Bisa iya, bisa tidak.

Karena sahabat sejati dapat dijumpai di mana saja dan kapan saja.

Sebagai seorang perempuan, hidup tidak akan lengkap tanpa kehadiran seorang sahabat, terlebih lagi sahabat sejati yang bisa menjadi cermin siapa diri Anda.

Masalahnya, dengan banyaknya kehadiran orang-orang baik dalam kehidupan Anda (baik dari pertemuan langsung atau dunia maya), ternyata tidak semua bisa menjadi sahabat sejati Anda.
Apakah mereka hanya teman berbagi kesenangan dan pengetahuan belaka, atau bisa menjadi soulmate Anda?

Sahabat Sejati…

Mengatakan yang Sesungguhnya

Sahabat sejati tidak akan sungkan mengatakan, “Berat badan kamu naik ya?” atau “Ada cabai di gigi kamu, bersihin dong!”
Mengapa? Karena mereka melakukan itu tidak lebih untuk kebaikan Anda sendiri.

Tidak jarang mereka menjadi alarm yang tidak berhenti memperingatkan Anda bahwa pria yang Anda sukai sebenarnya pria yang tidak baik dan tidak pantas untuk Anda.

Jengkel? Jangan lagi.
Mereka tidak sedang menjatuhkan Anda.
Mereka mengatakan hal yang sesungguhnya sekalipun terkesan menyakitkan di hati Anda.

Mereka mengatakan sesuatu yang terkesan ‘dingin’ tetapi mereka melakukan itu untuk menunjukkan kepedulian yang sangat besar bagi Anda.
Lebih baik sahabat sendiri yang mengatakan ada cabai di gigi Anda ketimbang Anda keliling kota dengan cabai terselip di antara gigi tanpa sadar. Iya bukan?

Sahabat Sejati…

Mengantar Anda Menggapai Impian

Sekalipun mereka mengatakan hal-hal kebenaran tentang Anda, mereka tidak akan menghakimi atau mengkritik Anda.

Mereka adalah pemberi saran terbaik, sekaligus rekan paling gila yang bisa membuat Anda tidak sungkan mengatakan apa sebenarnya impian Anda, apa yang sebenarnya yang Anda cari dalam hidup Anda (seringkali hal ini bahkan tidak diketahui orang tua Anda sendiri).

Bersama mereka, Anda bisa mendapat motivasi dan dorongan yang kuat untuk menggapai impian Anda.
Anda juga demikian, menjadi penopang impian sahabat Anda.
Saling mendukung, saling percaya dan saling mengingatkan, tanpa sikap menghakimi.

Mereka bisa menjadi kotak untuk menampung impian Anda, sekaligus tempat mencurahkan air mata saat impian Anda tak tercapai dan melambung terlalu tinggi untuk diraih.

Sahabat Sejati…

Tidak Meminta Imbalan Apapun

Mungkin Anda pernah saling meminjam barang atau uang pada sahabat Anda, ini wajar.
Tetapi di luar itu semua, seorang sahabat tidak mengharap apapun dari Anda.
Tidak mengharap Anda akan memberikan sesuatu dalam bentuk materi atau keuntungan lain.

Mereka hanya ingin berbagi bersama Anda dan saling menopang.
Tidak ada imbalan yang akan mereka minta sebagai bentuk balas jasa.

Sekalipun Anda dalam kondisi susah, melarat, jatuh miskin dan tidak memiliki apapun, mereka akan ada di samping Anda, masih menjadi sahabat yang sama baiknya seperti pada saat Anda sukses dan bahagia.

Mereka selalu membagi energi, pikiran, waktu, tenaga dan berbagai hal lain untuk Anda.
Tidak mudah melakukan semua itu tanpa imbalan, mereka adalah harta yang harus Anda jaga.

Sahabat Sejati…

Tidak Akan Mengubah Anda

Mereka menerima apapun diri Anda, apapun pemikiran Anda dan mereka tidak akan meminta Anda untuk berubah menjadi orang lain.

Mungkin mereka akan mengingatkan Anda bila terlalu banyak mengonsumsi makanan tak sehat dan masih merokok, tetapi mereka melakukan itu untuk kebaikan Anda.

Mereka mungkin mengingatkan Anda untuk tidak berteriak kurang ajar pada seorang supir taksi, tetapi sekali lagi, mereka melakukannya untuk kebaikan Anda.

Jika Anda tidak suka dengan pilihan film kesukaannya, mereka tidak akan memaksa Anda untuk menonton film tersebut.

Jika Anda tidak suka rumah makan kesukaan mereka, mereka akan lebih memilih mengunjungi rumah makan itu seorang diri tanpa mengajak Anda, karena mereka tahu bahwa Anda tidak suka.
Mereka menghormati Anda, keputusan Anda dan hal-hal yang tidak Anda suka.
As simple as that.

Sahabat Sejati…

Mau Mendengarkan Anda

Banyak orang yang tampak mendengarkan Anda dan bersimpati, tetapi hanya itu saja, kemudian mereka berlalu.

Tetapi seorang sahabat tidak melakukannya, mereka mendengar apapun yang Anda katakan, bahkan bila membutuhkan waktu berjam-jam.
Saat Anda mencurahkan hati dan pemikiran Anda, mereka benar-benar mendengarkan Anda.

Melihat mimik wajah Anda, menggali apa yang sedang Anda rasakan dan mereka selalu tahu saat Anda berbohong.
Sangat sedikit orang yang mau mendengarkan Anda hingga mendalam, ini bukan pekerjaan mudah.

Karena lebih banyak orang yang akan menghakimi dan mengkritik Anda, itu lebih mudah daripada mendengarkan. Sahabat Anda akan selalu mendengarkan Anda tanpa kritik.

Karena itu, Anda lebih membutuhkan satu orang sahabat sejati yang mau mendengarkan Anda dibandingkan hanya bersenang-senang dan terlihat cool dengan beberapa orang, tetapi sebenarnya Anda kesepian.
Nah, sudahkah Anda menjadi sahabat sejati bagi teman Anda?
Saya sendiri masih berusaha untuk menjadi sahabat sejatu bagi teman teman saya……..

Salam

Aliha Rozim

Dikirim pada 15 Desember 2012 di Uncategories


Kaum Zionis sering mengklaim bahwa mereka berhak atas bumi Palestina karena mereka adalah pemilik asli tanah tersebut. Mereka mengklaim bahwa pemilik asli bumi Palestina adalah nenek moyang mereka, yakni keturunan Ya’qub (Bani Israil) yang terdiri dari dua belas suku. Klaim ini sebenarnya dengan mudah dapat dipatahkan dengan dua argumen. Yang pertama, penduduk asli bumi Palestina bukanlah Bani Israil. Sebagaimana diketahui, Bani Israil adalah bangsa imigran yang datang ke Palestina setelah mereka keluar dari Mesir. Mungkin kaum Zionis membantah bahwa Yaqub sebelum ke Mesir sudah tinggal di Palestina. Jika mereka berkata demikian, harus diketahui bahwa nenek moyang Ya’qub sendiri yaitu Ibrahim bukanlah penduduk asli Palestina. Ibrahim sendiri adalah seorang imigran, yang lahir di Iraq dan kemudian hijrah ke Palestina. Sebelum Ibrahim sampai di Palestina, Palestina telah didiami oleh penduduk aslinya.

Argumen kedua, orang-orang yang mengaku Yahudi sekarang ini sebetulnya memiliki nasab yang tidak jelas. Maksudnya, tidak semua orang Yahudi sekarang ini adalah keturunan Bani Israel. Bahkan bisa dikatakan bahwa kebanyakan orang Yahudi saat ini, terutama yang kini tinggal di Israel, bukanlah keturunan Bani Israel. Bagaimana bisa? Berikut ini penjelasannya.

Telah dicatat dalam sejarah bahwa berkali-kali para penjajah bumi Palestina telah mengusir orang-orang Yahudi keluar dari Palestina. Ketika Nebukadnezar (Babilonia) menguasai Palestina, ia menawan dan membawa orang-orang Yahudi ke negerinya, Babilonia. Dan akhir dari eksistensi kaum Yahudi di Palestina adalah ketika Raja Titus (Romawi) menawan dan membawa orang-orang Yahudi ke Romawi (Eropa). Sebagian Yahudi ada pula yang lari ke arah selatan, yakni ke Jazirah Arab, sehingga pada zaman Rasulullah saw ditemui ada komunitas Yahudi di Hijaz.

Dalam perjalanan selanjutnya, banyak orang-orang yang rasnya non Yahudi memeluk ajaran Yahudi, sehingga merekapun akhirnya menjadi orang-orang Yahudi. Barangkali orang-orang asli Yahudi yang terusir itu memang mendakwahkan agamanya kepada penduduk asli. Bahkan ada satu bangsa non Yahudi bernama Khazar (hidup di kawasan antara Laut Kaspi dan Laut Hitam) yang semuanya beralih agama dari paganis menjadi Yahudi. Dengan demikian Yahudi Khazar ini dari sisi ras bukanlah Yahudi asli. Yahudi Khazar sendiri tidak lama hidup di Khazar. Setelah satu setengah abad penduduk Khazar memeluk Yahudi, Rusia menyerang Khazar. Yahudi Khazar inipun akhirnya menyebar ke Rusia, dan sebagiannya lagi ke Eropa Timur. Sebagian peneliti dan penulis kontemporer, seperti Arthur Koestler dalam bukunya The Thirteenth Tribe: Khazar Empire and Its Heritage, mengemukakan teori bahwa orang-orang Yahudi Eropa, atau yang dikenal sebagai Yahudi Askhenazim, sebetulnya merupakan keturunan Khazar, atau setidaknya banyak dipengaruhi oleh ras bangsa Khazar. Dan sejarah mencatat bahwa sebagian besar Yahudi (lebih dari 80 persen) yang bermigrasi ke Palestina dan tinggal di Israel adalah Yahudi Khazar atau Yahudi Ashkenazim.

Belum lama ini seorang Profesor Sejarah di Tel Aviv University, Shlomo Sand, menulis sebuah buku berjudulThe Invention of the Jewish People (terbit pertama kali dalam bahasa Ibrani pada tahun 2008 dan versi Inggrisnya terbit tahun 2009). Dalam buku tersebut ia juga mendukung pendapat yang menyatakan bahwa kebanyakan orang-orang Yahudi di Eropa Tengah dan Timur merupakan keturunan Khazar yang menganut agama Yahudi. Baginya tidak ada bangsa Yahudi (Jewish People). Yang ada hanyalah komunitas-komunitas beragama Yahudi yang berasal dari proses konversi (pindah agama) di sepanjang sejarah Yahudi.

Disamping Yahudi Khazar atau Ashkenazim, ada pula sebagian penduduk Afrika Utara yang memeluk agama Yahudi. Mereka kemudian menyebar ke pesisir Semenanjung Iberia (Spanyol, Portugal, Perancis, Italia). Dari mereka lahirlah keturunan Yahudi yang dikenal dengan nama Yahudi Sefardim.

Demikian pula ada beberapa kabilah Arab, khususnya Yaman, yang berpindah agama menjadi Yahudi tetapi tetap hidup di negeri mereka sendiri, berbicara dan mempraktekkan adat-istiadat di lingkungannya sendiri.

Arthur Koestler berkata, “Yahudi bukan lagi sebuah ras yang terjaga kemurniannya. Mereka terdiri dari berbagai macam ras yang tidak memiliki keistimewaan apapun.” Diantara referensi terkuat yang dipakai Koestler adalah laporan Unesco yang menolak dengan tegas kemurnian ras Yahudi.

Dikirim pada 29 November 2012 di Uncategories

Salah satu keistimewaan Ummat Islam dibandingkan ummat lainnya ialah jaminan Allah terhadap Kitabullah Al-Quranul Karim. Al-Qur’an merupakan satu-satunya Kitab Allah yang dipastikan akan terpelihara keasliannya semenjak pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam hingga tibanya hari Kiamat. Hal ini tidak ditemukan di dalam Kitab Allah lainnya yang telah diwahyukan kepada para Nabi terdahulu. Baik itu Kitabullah Taurat yang di wahyukan kepada Nabiyullah Musa ‘alaihis salam maupun Kitabullah Injil yang diwahyukan kepada Nabiyullah Isa‘alaihis salam. Tidak ada satupun ayat di dalam Taurat (mereka menyebutnya Perjanjian Lama) maupun Injil (mereka menyebutnya Perjanjian Baru) yang menyatakan bahwa otentitas kedua kitab tersebut bakal terjamin. Itulah sebabnya dewasa ini ditemukan berbagai versi Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Antara satu dengan lainnya terdapat banyak sekali perbedaan. Tidak seragam. Sementara dimanapun dan kapanpun dalam sejarah, Al-Qur’an senantiasa ditemukan dalam keadaan seragam. Tidak ada perbedaan satu hurufpun di antara semua Al-Qur’an yang beredar di seluruh dunia.



إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ





Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.(QS Al-Hijr 9)



















Namun keistimewaan Al-Qur’an bukan hanya terletak pada jaminan keterpeliharaan keasliannya semata. Al-Qur’an diwahyukan Allah kepada Nabi Akhir Zaman agar menjadi petunjuk bagi segenap ummat manusia, tanpa kecuali. Oleh karenanya Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam juga ditegaskan Allah diutus untuk segenap ummat manusia, bahkan menjadi rahmat bagi segenap alam semesta. Al-Qur’an bukan kitab khusus untuk menjadi petunjuk bagi ummat Islam semata. Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam tidak diutus untuk menjadi Nabi bagi bangsa Arab semata.





شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ





(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia. (QS Al-Baqarah 185)











وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ





Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya. (QS Saba 28)





وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ





Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(QS Al-Anbiya 107)











Sedangkan Nabi Musa ‘alaihis salam maupun Nabi Isa ‘alaihis salam diutus hanya khusus bagi sekelompok manusia yaitu Bani Israel alias keturunan Nabi Ya’qub ‘alaihis salam yang nama lainnya ialah Nabi Israel ‘alaihis salam. Kitab Taurat dan Injil dengan demikian juga dimaksudkan untuk menjadi petunjuk sebatas bagi Bani Israel, bukan untuk segenap ummat manusia.





وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ











Dan Kami berikan kepada Musa ‘alaihis salam kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israel. (QS Al-Isra 2)











وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ





Dan Allah akan mengajarkan kepadanya (Isa ‘alaihis salam) Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel. (QS Ali Imran 49)











Inilah keistimewaan peranan Al-Qur’an sekaligus peranan Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam yang sungguh sangat berbeda dengan peranan Taurat maupun Injil atau peranan Nabi Musa ‘alaihis salam maupun Nabi Isa‘alaihis salam. Al-Qur’an dimaksudkan Allah untuk menjadi petunjuk bagi segenap manusia, apapun bangsa, suku, warna kulit, bahasa bahkan agamanya. Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam diutus Allah agar menjadi Nabi bagi segenap manusia di muka bumi apapun latar belakangnya. Sedangkan Taurat dan Injil maupun Nabi Musa ‘alaihis salam dan Nabi Isa ‘alaihis salam diwahyukan dan diutus Allah untuk menjadi petunjuk dan Nabi bagi Bani Israel semata. Allah tidak pernah mengamanatkan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam maupun Nabi Isa ‘alaihis salam agar mendakwahkan Taurat atau Injil kepada kalangan di luar Bani Israel. Sedangkan Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam jelas diamanatkan Allah agar mendakwahkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada segenap ummat manusia, baik dia itu bangsa Arab atau bukan, muslim ataupun bukan. Dan itu juga berarti bahwa kita –ummat Islam- selaku pengikutnya berkewajiban mempromosikan Al-Qur’an agar menjadi petunjuk bagi segenap ummat manusia, baik mereka beriman kepadanya maupun tidak.











Permasalahan ini sangat penting mengingat bahwa dewasa ini kita sedang menjalani era penuh fitnah dimana upaya menyelewengkan makna seperti di atas luar biasa dilakukan oleh kaum kuffar dibantu kaum munafiqun. Salah satu fitnah yang sengaja disebarkan ialah virus faham pluralisme. Awalnya pluralisme cuma menawarkan gagasan “keharusan menghormati segenap penganut agama, apapun agamanya”. Sampai sebatas ini, Islam tidak mempermasalahkan, bahkan sesuai dengan ajaran Islam. Namun kaum pengusung pluralisme tidak berhenti hingga di situ. Mereka selanjutnya mempropagandakan bahwa “semua agama sama, semua agama baik, bahkan semua agama benar.” Inilah racunnya. Ketika seorang yang mengucapkan dua kalimat syahadat menelan begitu saja logika berfikir pluralisme hingga setuju dengan gagasan semua agama sama baiknya, sama benarnya, maka di situlah masalah muncul. Sebab jelas berdasarkan uraian di atas bahwa tidaklah sama antara satu agama dengan agama lainnya. Bahkan antara tiga agama terbesar dunia dewasa ini –Islam, Kristen dan Yahudi- kedudukan dan peranannya tidaklah sama dan tidaklah setara.











Tidak saja kitab suci kaum Yahudi dan Nasrani dewasa ini telah mengalami distorsi yang begitu hebat, kemudian ditambah lagi bahwa Allah Rabb semesta alam mengamanatkan kepada Ahli Taurat maupun Ahli Injil untuk menjadikan kedua kitab tersebut petunjuk sebatas bagi kalangan Bani Israel, bukan untuk segenap ummat manusia. Sementara itu kitab suci Al-Qur’an tidak saja terjamin keasliannya sebagaimana pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam lima belas abad yang lalu, melainkan ia juga diperuntukkan bagi segenap ummat manusia di muka bumi hingga tibanya hari Kiamat.











Namun realitas dunia saat ini justeru kita menyaksikan bahwa ummat Islam alias Ahli Al-Qur’an justeru menjadi ummat yang mengekor kepada tradisi/budaya/kebiasaan kaum Yahudi dan Nasrani yang notabene dewasa ini merupakan pemimpin dunia modern. Tidak bisa kita pungkiri bahwa dunia dewasa ini dipimpin oleh kaum Barat yang terdiri dari Judeo-Christian Civilization (Peradaban Yahudi-Nasrani). Pantaslah bilamana dunia modern dewasa ini berada dalam perjalanan yang tidak jelas menuju masa depannya. Sebab yang memimpin dunia modern adalah fihak yang tidak memiliki wahyu yang masih asli bersumber dari Allah Rabb semesta alam, bahkan kalaupun mereka bisa menghadirkan kitab suci mereka yang asli namun Allah tidak pernah mengamanatkan kedua kitab suci mereka itu untuk menjadi petunjuk bagi segenap ummat manusia. Kedua kitab suci tersebut –Taurat dan Injil- hanya diperuntukkan bagi sekelompok kecil ummat manusia, yakni Bani Israel.











Sebaliknya, karena kebodohan dan kelemahan mental, ummat Islam justeru merelakan dirinya mengekor kepada berbagai konsep yang ditawarkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani pemimpin dunia modern. Sebagian besar Ahli Al-Qur’an dewasa ini mengidap penyakit inferiority complex alias mental pecundang sehingga mereka tidak keberatan mengekor kepada fihak Barat yang sesungguhnya berada dalam kesesatan. Padahal justeru ummat Islam-lah satu-satunya kelompok manusia di muka bumi yang masih memiliki kejelasan kitab suci yang bersumber dari Allah Rabb semesta alam. Bahkan Allah telah melegalisir kitab suci tersebut agar diperlakukan sebagai petunjuk bagi segenap ummat manusia, bilamana mereka ingin selamat. Artinya, sesungguhnya hanya ummat Islam-lah satu-satunya fihak yang layak memimpin dan membimbing ummat manusia di era modern ini menuju kehidupan sejahtera secara hakiki dan abadi. Tetapi sayang seribu kali sayang, justeru tidak sedikit muslim dewasa ini yang bilamana diajak untuk diberlakukannya syariat Islam alias hukum Allah alias hukum Al-Qur’an, malah menolaknya dengan alasan bahwa kita tidak sepantasnya memaksakan agama Islam kepada orang-orang non-muslim. Laa haula wa laa quwwata illa billah...!











Sungguh tepatlah penggambaran Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam lima belas abad yang lalu mengenai kondisi ummat Islam di era penuh fitnah dewasa ini, sebagai berikut:





قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ





شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ





لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ



Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti tradisi/kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak-pun kalian pasti akan mengikuti mereka." Kami bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka?" (MUSLIM - 4822)

Dikirim pada 25 Januari 2011 di Uncategories
25 Jan


[QUOTE]Kebaikan Menghapus Keburukan

Ketahuilah, banyak orang yang berpakaian putih bersih namun ternoda agamanya. Berapa banyak orang yang memuliakan dirinya namun ternyata malah dihinakan oleh diri sendiri. Ingatlah, segera (kau hapus) keburukan yang telah lalu dengan kebaikan yang masih baru. (Abu Ubaidah ibnul Jarrah/Az Zuhd, Imam Ahmad)

Tanda Cinta

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. (Ar Rabi’ bin Anas/ Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

Hati yang Lurus

Seseorang tidak bisa dipegang amanahnya sehingga lurus lisannya, dan dia tidak lurus lisannya sehingga lurus hatinya. (al Hasan al Bashri/Al Adab asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)

Obat Hati

Memohonlah kepada Allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang menghadap (Allah) maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap itulah engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling. (Uwais al Qarni/ Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)

Arti Raut Muka

Tidaklah seseorang menyembunyikan sesuatu, melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut mukanya dan ketergelinciran mulutnya. (Utsman bin ‘Affan/al Adab asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)

Takabbur

Tidaklah aku melihat seseorang yang takabbur terhadap yang berada dibawahnya melainkan dia ditimpakan oleh Allah kehinaan melalui orang lain yang lebih tinggi darinya.(Abu Hatim al Basati/ Raudhatul ‘Uqala’, Ibnu Hibban)

Cinta Dunia

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. (Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad)

Mencari Ridha Allah

Barang siapa yang dibenci manusia karena mencari ridha Allah maka manusia (yang lain) akan mencukupinya (membelanya). Barang siapa yang mencari ridha manusia dengan murka Allah maka Allah akan serahkan dia kepada munusia juga. (Ummul Mu’minin Aisyah ra/ Az Zuhd, Imam Ahmad)

Nilai Keimanan

Barang siapa yang rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu berlaku padanya dan ia mendapatkan pahala. Dan barang siapa yang tidak rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu juga tetap berlaku padanya, sedangkan ia terputus amalnya. (Ali bin Abi Thalib/Mukhtashar Minhajul Qashidin, al Maqdisi)

Tiga Perkara

“Ada tiga perkara pada diriku, aku tidak menyebutkannya kecuali supaya dapat diambil pelajaran, Pertama “Aku tidak mendatangi penguasa (sulthan) kecuali jika di undang, kedua, Aku tidak masuk pada dua orang kecuali setelah keduanya mempersilahkanku masuk diantara mereka, ketiga, tidaklah aku menyebutkan seseorang setelah dia pergi dari sisiku kecuali kebaikan-kebaikan.” (Al Ahnaf bin Qais)

Cinta Dunia

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. (Malik bin Dinar/Hilyatul Auliyaa’)

Kebaikan

Rasulullah bersabda :“ Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala yang melakukannya” (HR. Muslim)


Merantaulah

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan

(Al-imam asy-Syafi’i)



Dikirim pada 25 Januari 2011 di Uncategories
Profile

Hidup adalah permainan tapi jangan pernah dipermainkan selama kita menilai itu baik dimata kita... WHY NOT...! lakukan dg hati :) More About me

Page
Categories
BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 94.888 kali


connect with ABATASA